IHSG Ditutup Dilevel 5766

Akhir pekan mayoritas indeks saham di Asia seperti Hangseng (-2,04%), CSI300 (-1,85%), Kospi (-1,69%), STI (-1,31%) dan IHSG (-1,03%)

IHSG Ditutup Dilevel 5766
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akhir pekan mayoritas indeks saham di Asia seperti Hangseng (-2,04%), CSI300 (-1,85%), Kospi (-1,69%), STI (-1,31%) dan IHSG (-1,03%) ditutup mengalami aksi jual yang cukup deras. Indeks volatilitas melonjak setelah AS merespon dengan tensi panas ancaman Korea Utara.

Asset haven menjadi primadona dimana harga emas mencapai level tertinggi dua bulan terakhir dan sebagian obligasi pemerintah menguat. Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan seiring pelemahan indeks saham di Asia IHSG (-1,03%) ditutup tertekan -59,81 poin dilevel 5766 dengan volume yang cukup tinggi.

Indeks sektor aneka industri (-2,02%) menjadi penekan diikuti dengan indeks sektor industri dasar (-1,65%). Rilisnya data indeks harga property dalam negeri yang meningkat 3,17% dari 2,62% justru menjadi momentum profit taking investor pada saham sektor property. Dimana saham PPRO (-4.425) dan SMRA (-4,11%) memimpin tekanan aksi jual.

(Baca: Kelola Gaji PNS, Bank Kalbar Komit Layani Nasabah)

Investor asing pun tercatat melakukan net sell cukup besar pada pasar reguler Rp1,07 triliun dan pasar negosiasi Rp78,38 miliar. Bursa saham di Eropa dibuka melemah dimana Eurostoxx50 (-0,88%), FTSE (-1,14%) dan DAX (-0,42%) turun diawal sesi perdagangan akhir pekan ini.

Indeks Volatilitas CBOE naik ke level tertinggi mengalahkan rekor pemilihan Donald Trump sebagai presiden A.S. pada bulan November tahun lalu.

Tingkat kekhawatiran investor cukup besar akan konflik Korut-AS. Sentimen selanjutnya awal pekan data penjualan ritel, produksi industri di Tiongkok akan menjadi fokus setelah data PDB jepang pada hari minggu yang diharapkan dapat menjadi alasan utama mayoritas bursa saham di Asia rebound dari level koreksi diakhir pekan.

IHSG bergerak tertekan sehingga mengkonfirmasi trend pergerakan bearish atau downtrend dengan channeling trend berada dikisaran 5700. IHSG akan melakukan pengujian pertama pada support fractal (5750) sebelum mencoba berbalik arah diawal pakan depan.

Indikator Stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan momentum bearish indikator RSI yang mulai terasa curam. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi mencoba menguat diawal pekan dengan range 5745-5806. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan kata Riza diantaranya ICBP, ITMG, JPFA, SMCB, GGRM, INAF.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved