Berita Video

Kisah Mayu Hingga Raih Penghargaan SK Trimuri, Tonton Videonya

Mayu Fentami adalah satu di antara dari 4 Calon Penerima Penghargaan SK trimurti 2017 yang menarik perhatian Dewan Juri.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mayu Fentami meriah penghargaan SK Trimurti yang diusung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak.

Mayu menyisihkan 3 calon lainnya dalam penghargaan ini.

Mayu Fentami adalah satu di antara dari 4 Calon Penerima Penghargaan SK trimurti 2017 yang menarik perhatian Dewan Juri.

Sulitnya medan yang dilalui dalam perjuangannya, dan dedikasinya yang tinggi untuk membuka akses masyarakat Bunut Hilir, Kalimantan Barat terhadap informasi, membuat Dewan Juri menjatuhkan pilihan kepada Mayu Fentami.

Dalam pandangan Dewan Juri, Mayu telah berbuat lebih dari apa yang menjadi kewajibannya sebagai seorang perawat yang ditempatkan di desa terpencil.

(Baca Juga: Raih Penghargaan SK Trimurti, Ini Kata Mayu

Mayu bisa saja hanya menjadi perawat, selebihnya beristirahat. Namun, Mayu melakukan tugas lain yang tidak kalah pentingnya mengembangkan Radio Komunitas dan mengelola Taman Bacaan.

Mayu yang mengubah paradigma masyarakat tentang pentingnya kesehatan, lingkungan dan budaya literasi, diusung oleh AJI Pontianak dalam gelaran SK Trimurti 2017 ini, juga tak lepas dari peran WWF Indonesia Program Kalimantan Barat, yang menjadi mitra pendamping dalam meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan pengelola Radio Komunitas – Rakom Surasuta di Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar, serta memfasilitasi terjalinnya jaringan dengan pegiat kebebasan informasi di luar Kecamatan Bunut Hilir, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten.

Apa kisah Mayu saat melakukan karyanya? Simak video wawancara berikut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved