Urai Akan Terapkan Ilmu yang Didapat Dari Dinas Kehutanan

Sebagai masyarakat yang tahu bagaimana menanggulangi dan juga pecinta lingkungan, Ia pun mengaku ditunjuk oleh pihak kecamatan untuk ikut pelatihan.

Urai Akan Terapkan Ilmu yang Didapat Dari Dinas Kehutanan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Satu di antara pelatihan masyarakat dari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, Urai Tommy M (50). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pelatihan masyarakat dari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, Urai Tommy M (50) menuturkan hasil dari pelatihan akan disampaikan dan disosialisasikannya kepada masyarakat didaerahnya yang telah menggunakan perdes dalam menanggulangi karhutla.

Dikatakannya, mengikuti pelatihan dari Dinas Kehutanan karena melihat reaksi dari musim panas sangat berpengaruh, dan terkait dengan pemerintah yang menggalakkan mengenai pancaroba seperti pelarangan pembakaran hutan sampai dengan dicap pengimpor asap tidak terulang kembali.

"Indonesia bukan pengimpor asap," katanya, Rabu (09/08/2017).

Karena mempunyai cap tersebut, sehingga kata dia, pemerintah mempunyai banyak reaksi untuk menangapi.

Sebagai masyarakat yang tahu bagaimana menanggulangi dan juga pecinta lingkungan, Ia pun mengaku ditunjuk oleh pihak kecamatan untuk ikut pelatihan.

"Kita ingin mengetahui dengan pelatihan ini dan akan disampaikan kembali kepada masyarakat, agar yang pemerintah galakkan dapat berjalan dengan lancar," bebernya.

Baca: Dinas Kehutanan Kalbar Gelar Pelatihan Untuk Tujuan Ini

Untuk hari ini, Urai mengaku telah mendapat materi bagaimana agar dilapangan dapat kompak, agar dilapangan harus bekerjasama dan tidak boleh ego, serta diterapkan dimasyarakat ketika telah pulang kembali kedaerah.

Untuk di daerahnya, yaitu Bengkayang, menurutnya, faktor pembakaran bermacam-macam, Ia pun berharap tidak hanya menyalahkan masyarakat membakar, tapi bagaimana masyarakat bisa mengecilkan titik api yang terjadi.

"Kasian jika masyarakat disanksi hukum, karena faktor pembakaran. Maka dengan pelatihan ini akan menyampaikan kepada masyarakat kembali mana yang lebih baik," katanya.

Ia pun mengatakan, akan menerapkan ilmu yang didapat, serta mengajarkan bagaimana membakar yang baik, jangan sampai terkena sanksi hukum.

"Di daerah Sungai Raya saja sudah lima tahun menerapkan perdes yang mengundang kepala adat dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi pembakaran yang sampai dengan saat ini efektif," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved