Pohon Ganja di Sanggau

Rasa Rindu dengan Anak, Alasan Fidelis Tolak Banding

Fidelis Ari beralasan menolak banding karena rindu bertemu kedua anaknya. memang Ari ini sudah lama rindu anaknya, dan dia tidak terbiasa terpisah....

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Penasehat hukum terpidana, kepemilikan 39 batang ganja, Fidelis Ari, Marcelina Lin, bersama kakak kandung Fidelis, Yohana saat foto bersama dengan Fidelis Ari (tengah) di Rutan Klas II B Sanggau, Selasa (8/8). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Penasehat hukum terpidana kepemilikan 39 batang ganja, Fidelis Ari, warga Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Marcelina Lin mengaku menerima putusan hakim
atas vonis delapan bulan penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider satu bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, di gedung PN Sanggau, Selasa (2/8/2017) lalu.

“Fidelis Ari beralasan menolak banding karena rindu bertemu kedua anaknya. memang Ari ini sudah lama rindu anaknya, dan dia tidak terbiasa terpisah lama dengan anak-anaknya,” katanya usai membesuk Fidelis Ari Sudewarto di Rutan Kelas II B Sanggau bersama Kakak kandung Fidelis, Yohana Suyati, Selasa (8/8).

Keputusan tidak akan banding, lanjutnya, merupakan putusan Fidelis dengan pertimbangan anak–anaknya dan masukan dari keluarga.

Baca: Posting Foto dan Tulis Caption Seperti ini, Oscar Bikin Marah Ketua Sapma Partai Hanura Kalbar

Baca: Kartius Pastikan Maju Pilgub Kalbar Melalui Jalur Perseorangan

Dikatakanya, vonis Fidelis delapan bulan penjara dan denda Rp 1 milyar subsider satu bulan penjara.

“Kalau dihitung penahanannya sejak 19 Februari itu, kira-kira tanggal 19 November 2017 nanti beliau sudah bisa bebas dan bisa bertemu keluarga,” katanya.

Artinya, kedepan tidak ada upaya hukum lagi terhadap vonis tersebut, karena Fidelis sudah menerima putusan majelis hakim.

“Intinya putusan ini sudah inkrah, ” jelasnya.

Sementara itu, Kakak kandung Fidelis, Yohana Suyati mengakui, alasan Fidelis tidak melakukan upaya hukum banding karena rasa rindu dengan anak-anaknya dan keluarganya.

“Selain alasanya anaknya, memang alasan Fidelis sendiri juga, karena selama ini dia tidak pernah terpisah lama dengan anaknya. Dengan kondisi ditahan begini tentu dia merasa sedih, prihatin memikirkan bagaimana nasib anak–anaknya,” katanya.

Yohana mengatakan, putusan ini merupakan putusan yang terbaik untuk kedua anaknya.

Jadi anak-anaknya bisa lebih terurus karena saat ini Fidelis bukan hanya seorang ayah, melainkan juga menjadi ibu untuk kedua anaknya.

“Harapan kami dengan bertemunya nanti Fidelis dengan anak–anaknya bisa memberikan ketenangan pada almarhumah istrinya karena istrinya sudah bisa melihat anak–anaknya bisa berkumpul lagi dengan ayahnya,” ujarnya.

Dikatakannya, putusan hakim saat ini adalah putusan terbaik yang diterima Fidelis dan keluarga.

Dengan menerima putusan hakim ini Fidelis bisa cepat bertemu dengan anaknya dibandingkan apabila dia harus melakukan upaya hukum.

“Belum tentu hukumannya lebih rendah, karena selama ini anaknya sudah cukup sedih dengan beban kehilangan ayah dan ibunya, minimal dengan kebebasan ayahnya nanti, kedua anaknya ini bisa lebih bahagia, ” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved