Peserta Media Gathering BI-Fojekha Kalbar Kunjungi Pantai Penyu Terpanjang di Indonesia (Part 2)

Setelah seluruh peserta media gathering Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha) Kalbar menyeberang ke Dermaga Telok Kalong, Desa Sungai Serabi

Peserta Media Gathering BI-Fojekha Kalbar Kunjungi Pantai Penyu Terpanjang di Indonesia (Part 2) - meriam_20170807_223319.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Peserta media gathering BI-Fojekha Kalbar saat melihat dua meriam di Pantai Kampak, Sambas, Jumat (4/8/2017). Pemandangan pantai menjadi daya pikat tersendiri di kawasan ini.
Peserta Media Gathering BI-Fojekha Kalbar Kunjungi Pantai Penyu Terpanjang di Indonesia (Part 2) - foto-bersama_20170807_223431.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Peserta media gathering BI-Fojekha Kalbar foto bersama dengan Andika, di penangkaran pemeliharaan tukik penyu Green Leaf, di Pantai Kampak, Sambas, Jumat (4/8/2017). Kawasan pantai ini merupakan pantai penyu terpanjang di Indonesia.

Beberapa di antaranya sempat melihat keindahan Pantai Kampak. Selain itu, masih di kawasan tersebut, terdapat tempat penyimpanan meriam kuno.

Menurut kisah warga setempat, meriam tersebut didapatkan saat ada warga yang melaut. Dua meriam berbahan kuningan dengan motif seperti motif pucuk rebung di badannya, menurut warga tersangkut di jala nelayan.

Sehingga akhirnya warga tempatkan di kawasan pantai, dan dibangunkan pondok seukuran sekitar 2x2 meter.

Pondok bercat kuning tempat kedua meriam tersebut, menjadi perhatian peserta. Beberapa di antaranya mengabadikan foto melalui kamera smartphone mereka.

Sebagian peserta, juga terlihat mengunjungi tempat penangkaran tukik penyu Green Leaf, yang hanya beberapa meter saja dari kawasan tersebut.

"Green Leaf di sini terbentuk tahun 2015, kami beda badan tapi satu pengelola dengan yang di Paloh, yang di sana mengelola tentang mangroove. Di sana ada hewan identik, yaitu Bekantan, itu bedanya kami dengan tempat lain yang mangroove, kalau kami ada Bekantan yang memang ciri khas dari Kalimantan," ungkap, Andika SPd, Sekretaris LSM Konservatif Mangroove Kalilaik and Green Leaf.

Tempat penangkaran tersebut menurutnya memang dikhususkan sebagai tempat konservasi penyu.

Pada akhir tahun 2016 lalu, pihak pengelola menurut kisahnya, sempat menghentikan operasional penangkaran. Ini dikarenakan dana yang cukup besar untuk membiayai penangkaran tersebut.

"Untuk biayanya cukup besar, karena kami harus mengisi air setiap dua hari sekali. Selain itu juga membutuhkan bensin untuk menyalakan mesin. Peralatan kami kemarin sempat rusak, jadi cukup menghambat kami untuk mengisi air di penangkaran ini. Jadi sayang sekali kalau tidak kami ganti airnya, nanti penyu-penyu tersebut akan mati. Jadi untuk pengelolaannya butuh biaya sekitar Rp 3 jutaan per bulan," jelasnya.

Menurut Andika, pihaknya masih ketergantungan dengan bantuan dana dari pemerintah pusat. Dana bantuan pertama kali diterima tahun 2015, dan kemudian dibangunkan tempat penangkaran penyu di kawasan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved