Perjalanan BI-Fojekha Kalbar Gali Potensi Wisata di Perbatasan (Part 1)

Setibanya di Sambas, rombongan sempat berkunjung ke Keraton Alwatzikoebillah Sambas dan kawasan pengrajin tenun Sambas di Dusun Sulor Medan, Desa....

Perjalanan BI-Fojekha Kalbar Gali Potensi Wisata di Perbatasan (Part 1)
TRIBUNPONTIANAK/TITO RAMADHANI
Peserta media gathering Bank Indonesia (BI) bersama Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha) Kalbar, foto bersama di depan Hotel Sambas Tarigas, sebelum menempuh perjalanan menuju Kecamatan┬áPaloh, Sambas, Jumat (4/8/2017) pagi. 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan malam.

Kesan kekeluargaan cukup terlihat di antara peserta.

Ini lantaran, para peserta menikmati makan malam dengan hidangan saprahan khas Kota Sambas, di Kantin Wulan, yang hanya beberapa meter dari Geratak (Jembatan) Sabo' Sambas.

Setiap hidangan, dikelilingi empat hingga lima orang.

Menurut pemuda setempat, dalam tradisi Melayu, pria dan wanita tak dibolehkan duduk bersama dalam satu hidangan saprahan.

Peserta pria, tampak duduk bersila mengelilingi hidangan yang mencirikan budaya Sambas tersebut, hal serupa pun terlihat dari peserta wanita.

Menu hidangan yang disajikan, memang khas seprahan Sambas, di antaranya ada sayur umbut, semur daging sapi, ayam masak putih, telur rebus sambal.

Usai menikmati hidangan, seluruh peserta kembali ke hotel. Untuk beristirahat, mempersiapkan energi untuk perjalanan panjang pada esok hari, menuju Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kecamatan Sambas, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau lebih dengan membutuhkan waktu empat hingga enam jam.

Jumat (4/8) pagi, setelah breakfast bersama dilanjutkan dengan arahan dan doa bersama.

Sekitar pukul 07.47 WIB, rombongan kemudian bergerak menuju Pantai Kampak di Kecamatan Paloh.

Halaman
123
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved