Listrik Sanggau Byarpet, PLN: Kabel Induk Putus Terkena Alat Berat Pengerjaan Jalan

Alat berat eskavator proyek perluasan jalan propinsi di ruas Semboja dan simpang Sungai Batu sebabkan terputusnya dua kabel utama tersebut.

Listrik Sanggau Byarpet, PLN: Kabel Induk Putus Terkena Alat Berat Pengerjaan Jalan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kabel utama listrik yang terputus karena terkena alat berat eskavator proyek perluasan jalan provinsi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Warga Kota Sanggau dan sekitarnya kembali keluhkan listrik yang belakangan ini sering padam.

Beberapa warga sempat ajukan keberatan ke PLN terkait listrik yang byarpet. Informasi yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi penyebab terganggunya pasokan listrik dikarenakan putusnya 2 kabel induk bawah tanah yang mensuplai listrik dari PLTD Semboja dan PLTU Sungai Batu.

Alat berat eskavator proyek perluasan jalan propinsi di ruas Semboja dan simpang Sungai Batu sebabkan terputusnya dua kabel utama tersebut.

Warga Kota Sanggau dan sekitarnya kembali keluhkan listrik yang belakangan ini sering padam. Beberapa warga sempat ajukan keberatan ke PLN terkait listrik yang byar pet.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi penyebab terganggunya pasokan listrik dikarenakan putusnya 2 kabel induk bawah tanah yang mensuplai listrik dari PLTD Semboja dan PLTU Sungai Batu.

Alat berat eskavator proyek perluasan jalan propinsi di ruas Semboja dan simpang Sungai Batu sebabkan terputusnya dua kabel utama tersebut. Tak ayal, pasokan listrik ke kota Sanggau dan sekitarnya pun terganggu.

Baca: Warga Kecamatan Hulu Gurung Keluhkan Listrik Sering Byarpet

Menurut Dodi (36) warga Kampung Sompu, Sanggau, selama ini listrik di kota Sanggau relatif aman, nyaris jarang terjadi padam. Namun dalam beberapa hari ini listrik kembali byar pet.

"Selama ini aliran listrik di Sanggau cukup baik, namun beberapa hari ini sering kali padam, kadang sampai 2 jam baru normal. Dari informasi yang saya dapatkan katanya ada kabel bawah tanah milik PLN yang putus karena terkait eskavator yang dipakai pada proyek perluasan jalan. Kejadian ini seharusnya tidak terjadi kalau saja pihak PU mau berkoordinasi dengan PLN. Kalau sudah kejadian seperti ini kita semua yang akan menanggung kerugian. Banyak aktifitas terhenti, termasuk usaha rumah makan yang sedang saya jalankan otomatis terhenti akibat pasokan listrik yang tidak maksimal", ungkap Dodi.

Dodi juga mengeluhkan lemahnya koordinasi instansi terkait dalam mengantisipasi kejadian. Menurutnya, Dinas PU seharusnya lebih proaktif berkoordinasi dengan PLN sebelum proyek itu dilaksanakan.

Halaman
12
Penulis: Nina Soraya
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved