Pimpin Upacara Kesiapan Karhutla, Sekda: Kebakaran Hutan dan Lahan Timbulkan Kerugian Besar

Sehingga mendorong dikeluarkannya intruksi Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan

ISTIMEWA
Sekda Sangga, AL Leysandri saat memimpin upacara kesiapan menghadapi Karhutla di Kabupaten Sanggau yang berlangsung di lapangan bola PT MPE Semuntai, Kecamatan Mukok, Jumat (4/8). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU -Sekda Sanggau Al Leysandri memimpin upacara kesiapan petugas dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau yang berlangsung di lapangan bola PT MPE Semuntai, Kecamatan Mukok, Jumat (4/8).

Upacara itu bertujuan untuk melihat sejauhmana kesiapan petugas dalam menghadapi Karhutla. Ada beberapa unsur yang menjadi peserta upacara, diantaranya Kodim 1204/Sanggau, Polres Sanggau, Polisi Pamong Praja, Dinas perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Security, gabungan Tim pemadam api dari perusahaan PT MPE, CNIS, dan Finantara.

Upacara itu dihadiri Kabagdalops Roops Polda Kalbar AKBP Bambang Irawan, Sekda Sanggau, AL Leysandri, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Herry Purwanto, Kapolres Sanggau AKBP Oki Waskito, Kepala BNK Sanggau AKBP Ngatiya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau, Danramil Mukok, Kapolsek Mukok, Pimpinan PT.MPE Semuntai, Pimpinan PT CNIS Mukok, Pimpinan PT Finantara, tokoh masyarakat, agama dan adat se Kecamatan Mukok.

Dalam sambutanya, Sekda Sanggau, AL Leysandri menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya upacara tersebut yakni untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasana maupun institusi maupun perorangan dakam menghadapi Karhutla.

Ia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Barat menjadi perhatian nasional maupun Internasional.

“Sehingga mendorong dikeluarkannya intruksi Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, ” katanya.

Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalbar  nenyebabkan kerugian material yang cukup besar,ekosistem dan perekonomian daerah yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas bahkan sampai ke negara tetangga.

“Untuk jumlah Hot Spot untuk wilayah Kalimantan Barat terhitung sejak tahun 2013 sampai tahun 2016 telah mengalami penurunan. Berdasarkan pantauan satelit android Fire Lapan Hotspot tanggal 2 Agustus 2017 terdapat 13-28 titik yang berlokasi di Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu dan Ketapang. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved