Alami Penurunan, Ekspor Kalbar Bulan Juni Capai 43,22 Juta Dolar AS

Kendati demikian secara year on year (y-o-y) dibandingkan kuartal yang sama pada 2016, pertumbuhan produksi IBS kuartal sekarang meningkat 0,63 persen

Alami Penurunan, Ekspor Kalbar Bulan Juni Capai 43,22 Juta Dolar AS
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Pitono, Kepala BPS Provinsi Kalbar 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar melalui berita Resmi Statistik merilis nilai ekspor Kalbar Juni 2017 turun 15,58 persen dibanding Mei 2017 dari 51,20 juta dolar AS menjadi 43,22 juta dolar. Kepala BPS Kalbar Pitono mengatakan produksi karet, barang dari karet dan plastik mengalami pertumbuhan permintaan pada tahun ini sebesar 4,14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tiga komoditi unggulan ekspor Kalbar Juni 2017 yaitu bahan kimia anorganik (HS28) menyumbang 53,68 persen,kayu barang dari kayu (HS44) menyumbang 13,18 persen dan karet dan barang dari karet (HS40) menyumbang 12,23 persen. Adapun tujuan ekspor Kalbar Juni 2017 masih didominasi negara Asia yaitu dengan kontribusi 92,50 sedangkan kontribusi nilai ekspor ke negara tujuan utama lainnya Argentina dan Amerika Serikat 4,69 sampai 2,61 ke negara tujuan lainnya, " ujar Pitono.

Setelah tiga golongan barang yang menyumbang nilai ekspor terbesar di Kalbar, ada 3 komoditi-komoditi unggulan yaitu lemak dan minyak hewan HS15 bijih kerak dan Abu logam HS26 dan buah-buahan HS08. Ada 10 golongan HS 2 dijit yang memberikan kontribusi sebesar 99.04 persen terhadap nilai ekspor Kalbar.

"10 barang tersebut bahan kimia anorganik (HS28), kayu barang dari kayu (HS44), karet dan barang dari karet (HS40), lemak dan minyak hewani nabati (HS15), bijih kerak dan abu logam (HS26), buah-buahan (HS08), ampas sisa industri makanan (HS23), tembakau (HS24), ikan dan udang (HS03), biji-bijian berminyak (HS12)," ujarnya.

Data yang ada juga menunjukkan kenaikan dari kuartal II/2017 dari industri yang sama sebesar 0,32 persen sementara pada kuartal sebelumnya sebesar 0,08 persen. "Kenaikan dari hasil alam juga berasal dari komoditas kayu dan barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur) dan barang-barang anyaman sebesar 0,21 persen. Pada kuartal sebelumnya sebesar 0,12 persen," kata Pitono.

Sementara, untuk sektor berikutnya adalah industri makanan yang turun sebesar 0,52 persen pada kuartal II/2017 yang berkontribusi terhadap penurunan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Kalbar. Pitono mengatakan produksi Industri Manufaktur Besar (IBS) kalbar pada kuartal II/2017 turun sebesar 0,36 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Kendati demikian secara year on year (y-o-y) dibandingkan kuartal yang sama pada 2016, pertumbuhan produksi IBS kuartal sekarang meningkat 0,63 persen.

Penopang industri dari Kalbar, paparnya, berasal dari industri manufaktur mikro dan kecil yang pada kuartal II/2017 ini turun 0,45 perseb dan y-o-y turun 0,19 persen.

Ia menyebutkan ada 15 industri IMK Kalbar, terdiri dari industri makanan, minuman, tekstil, industri pakaian jadi, industri kayu dan barang anyaman dari bambu serta rotan, industri kertas dan barang dari kertas, industri percetakan dan reproduksi media rekaman.

Selanjutnya, industri bahan kimia, industri farmasi, produk kimia dan obat tradisional, industri karet, industri barang galian bukan logam, industri barang logam bukan mesin dan peralatannya, industri alat angkutan, industri furniture dan industri pengolahan lainnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved