IHSG Ditutup Turun 35,73 Poin
Namun IHSG ditutup turun 35,73 poin sebesar -0,61 persen dilevel 5805 dengan pelemahan dipimpin sektor konsumer dan penguatan dipimpin oleh sektor....
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mayoritas bursa saham di Asia optimis menguat diatas 0,5 persen. Indeks CSI300 Shanghai (+0,87%) dan Kospi (+0,84%) memimpin penguatan seiring melonjaknya pendapatan kinerja perusahan di semester pertama.
Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan data ekonomi menjadi salah satu alasan dimana Indeks kinerja Manufaktur tiongkok naik 51,1 dari 50,4. Harga minyak pun menguat 0,3 persen menjadi 50,31 dolar per barrel mencapai level tertinggi 10 minggu.
Namun IHSG ditutup turun 35,73 poin sebesar -0,61 persen dilevel 5805 dengan pelemahan dipimpin sektor konsumer dan penguatan dipimpin oleh sektor pertambangan dimana naiknya harga batubara hingga lebih dari 5 persen pada awal sesi perdagangan menjadi faktor utama.
Tertekannya IHSG disinyalir melambatnya indeks kinerja Manufaktur yang rilis turun berkontraksi menjadi 48,6 dari 49,5 diperiode sebelumnya dengan ekpektasi naik 50,1 dan Tingkat inflasi turun secara bulanan 0,22 persen dari 0,69 persen sehingga menimbulkan spekulasi pada pertumbuhan PDB yang tidak sesuai perkiraan.
Baca: BREAKING NEWS: Selama 2017, Ada 33 Kasus Asusila di Sambas
Investor asing tercatat net sell pada papan reguler sebesar minus Rp86,57 miliar dan papan negosiasi net buy Rp15,39 miliar.
Bursa eropa dibuka mayoritas optimis diatas 0,5 persen. Indeks saham FTSE100 (+0,81 persen) memimpin penguatan.
Mengikuti penguatan di Asia saham-saham Eropa justru menguat lebih tinggi dari perkiraan.
Adanya gangguan terhadap data yang diperkirakan menurun pada stok persediaan minyak di AS melanjutkan penguatan pada harga minyak dunia.
Data ekonomi sebagian besar cukup kuat mendukung pertumbuhan global terhadap kebijakan moneter AS yang siap berubah menjadi hawksih.
Data GDP zona eropa pun menjadi faktor penguatan setelah di rilis naik sesuai ekspektasi 2,1 persen dari 1,9 persen diperiode sebelumnya.
Secara teknikal IHSG terlihat pulled back pada upper bollinger bands sebelum break out support MA25 dan menguji bullish trend line.
Pelemahan diperkuat pola dead-cross yang dialami indikator stochastic pada area jenuh beli meskipun RSI berada pada level middle oscillatornya.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas dengan range pergerakan 5767-5850. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya CPIN, ITMG, JPFA, CTRA, ASII," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/update-ihsg-di-web-idx_20170801_211428.jpg)