Dewan Sarankan Pemkab Sintang Kembangkan Bibit Lada Buatan Sendiri

Ini masalah serius karena menyangkut hajat hidup masyarakat. Lada itu sumber perekonomian masyarakat. Saat warganya kesulitan, pemerintah harus....

Dewan Sarankan Pemkab Sintang Kembangkan Bibit Lada Buatan Sendiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Anggota DPRD Sintang Heri Jambri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Berdasarkan hasil kunjungan kerja, Anggota DPRD Sintang Heri Jambri menerangkan ada selentingan kabar bahwa lada masyarakat 23 desa di Kecamatan Ketungau Tengah, Ketungau Hulu dan Ketungau Hilir terserang virus lantaran bibit lada diambil dari Malaysia.

“Kalau orang bilang bibit asalnya dari Malaysia, itu masalah lain. Kalau misalnya ada program dari negara luar ingin membunuh petani lada di Sintang, lalu kenapa pemerintah diam,” ungkapnya, Selasa (1/8/2017).

Heri menambahkan matinya ribuan batang lada masyarakat telah berlangsung sejak setahun terakhir.

Persoalan yang dihadapi masyarakat perbatasan ini seharusnya tidak boleh dianggap main-main.

Baca: Lipstik Lebih Awet dengan Bedak Tabur, Ini Manfaat Lain  yang Wajib Kamu Tahu

“Ini masalah serius karena menyangkut hajat hidup masyarakat. Lada itu sumber perekonomian masyarakat. Saat warganya kesulitan, pemerintah harus hadir beri solusi. Pemerintah harus ada di situ,” terangnya.

Disinggung terkait bibit lada, Heri menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang membudidayakan bibit lada secara mandiri. Pemkab sudah harus mencari lokasi sebagai lokasi pembibitan lada.

“Pemerintah harus coba mengembangkan bibit sendiri. Jadi clone-nya Made In Sintang atau malah Made In Indonesia. Semua orang sudah tahu kalau bibit lada yang ditanam masyarakat perbatasan asalnya dari Malaysia selama ini,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved