Bocah SD Dicabuli

BREAKING NEWS: Hairiah: Anak-anak Korban Kejahatan Seksual Tetap Lanjutkan Pendidikan

Dua anak di bawah umur menjadi korban tersebut, yakni pelajar kelas VI SD, AA (bukan inisial sebenarnya) yang masih berusia 11 tahun menjadi korban...

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Wakil Bupati Sambas, Hairiah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengaku prihatin atas adanya dua anak yang masih di bawah umur, menjadi korban dalam dua kasus kejahatan seksual di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

"Saya sangat prihatin atas kasus tersebut, untuk itu, saya akan mendukung penuh proses hukum yang ditempuh oleh masing-masing keluarga korban, untuk melapor ke pihak kepolisian. Selain itu, kami juga akan terus memantau kasus tersebut hingga ke persidangan," ungkapnya, Selasa (1/8/2017).

Dua anak di bawah umur menjadi korban tersebut, yakni pelajar kelas VI SD, AA (bukan inisial sebenarnya) yang masih berusia 11 tahun menjadi korban kebejatan tetangga satu desanya, berinisial JH (49).

Sedangkan kasus lainnya menimpa anak berusia 17 tahun, IA (bukan inisial sebenarnya. Yang menjadi korban kejahatan seksual oleh pelaku berinisial MR (21) di sebuah bengkel di Kecamatan Tebas.

Baca: 102 Titik Api Tersebar di Kabupaten/Kota Kalbar

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada aparat kepolisian yang menangani kasus hukumnya ini. Saya minta, masyarakat tetap tenang dan mengedepankan keamanan. Saya yakinkan, anak-anak korban tersebut tetap melanjutkan pendidikannya," tegasnya.

Hairiah menerangkan, koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas dengan Kepala Desa dan Camat akan tetap dilakukan. Terutama dalam pemantauan langsung atas kasus tersebut.

"Koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB dengan Kepala Desa dan Camat, tetap dilakukan, untuk melakukan pemantauan kasus tersebut, terutama tetap melakukan perlindungan terhadap anak," jelasnya.

Ditambahkan wanita berjilbab ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak di Sambas memang cukup tinggi.

Pemerintah Kabupaten Sambas, menurutnya selama ini tidak tinggal diam. Namun telah melakukan berbagai upaya di segala lini, untuk menekan terjadinya kejahatan seksual terhadap anak.

"Kasus kekerasan seksual terhadap anak memang cukup tinggi, upaya-upaya menekan kasus tersebut telah dilakukan di segala lini, dan semua stakeholder sudah bergerak. Baik melalui wadah-wadah di tingkat desa, lewat pengaduan-pengaduan di desa juga ada. Jadi keberadaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Sambas, bisa saja ada, dan akan menjadi bagian dari lembaga yang memberikan pelayanan serta perlindungan terhadap anak," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved