Polisi Amankan 11 Pria Gay di Wisata Pemandian Air Panas Karena Resahkan Warga

Ia menambahkan barang bukti yang diamankan berupa handphone dan sepeda motor saja.

Polisi Amankan 11 Pria Gay di Wisata Pemandian Air Panas Karena Resahkan Warga
Surya/Sany Eka Putri
Polisi menunjukkan foto-foto barang bukti yang mereka sita saat mengamankan 11 pria gay di pemandian air panas Songgoriti, Sabtu (29/7/2017) malam. SURYA/SANY EKA PUTRI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KOTA BATU - Polres Kota Batu mengamankan 11 pria gay saat berwisata di pemandian air panas, Dusun Songgoriti, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu (29/7/2017) malam.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan, sebelas pria itu diamankan polisi setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat dan pengunjung yang merasa resah dengan aktivitas mereka di pemandian air panas tersebut.

"Mereka ini merupakan anggota dari IGABA (Ikatan Gay Kota Batu)," kata Budi, Minggu (30/7/2017).

Budi mengatakan, dari hasil penyelidikan, 9 orang di antaranya diduga melakukan tindak pidana yang menyediakan jasa pornografi, dan mempertontonkan gambar pornografi di depan umum.

Tak hanya itu, dari gadget semuanya ditemukan foto-foto vulgar bahkan ada foto yang tidak senonoh.

Baca: HUT Tribun Pontianak ke-9, Wabup Aloysius: Beritanya Sangat Aktual dan Kredibel

Dari kejadian ini, pihaknya masih belum bisa menetapkan sebagai tindak pidana.

"Walaupun mereka mengakui kalau mereka adalah kelompok LGBT. Mereka masih kami selidiki, karena sejauh ini tidak ada bukti kalau mereka melakukan pesta seks," imbuh Budi.

Budi menambahkan, 11 orang ini akan tetap dipantau meskipun telah dilepas.

Apabila diproses secara hukum, akan dikenai pasal 30 ayat 2 tentang Pornografi.

Ia menambahkan barang bukti yang diamankan berupa handphone dan sepeda motor saja.

11 orang yang diamankan itu rata-rata berusia 23 tahun mereka juga berasal dari Batu, Malang, Surabaya.

Mereka adalah BD (37) asal Batu, RO (26) asal Kota Malang, AP (49) asal Batu, IA (38) Kabupaten Malang, PS (27) asal Kota Malang, RAS (16) asal Kota Batu, YHA (18) asal Kota Batu, RI (42) asal Batu, WH (37) asal Surabaya, SCH (51) Kota Malang, dan ATP (23) asal Batu.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Daky Dzul Qornain menambahkan, dalam kejadian ini memang tidak ada transaksi seks. Pihaknya akan memperketat lokasi wisata di Kota Batu.

"Razia pasti. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar peka terhadap lingkungan sekitar. Dan melaporkan jika ada yang terlihat mencurigakan," kata Daky.

Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved