BPBD Kalbar Ajukan Dana Rp 17 Miliar untuk Tangani Bencana Asap

Untuk tanggap darurat saat ispu sudah mulai merah. Saat ini Kalbar masih kuning jadi dianggap tingkat bahayanya sedang,

BPBD Kalbar Ajukan Dana Rp 17 Miliar untuk Tangani Bencana Asap
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Kepala BPBD Kalbar, TTA Nyarong. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengajukan angaran senilai Rp 17 miliar untuk penanganan bencana kabut asap di provinsi ini.

Pengajuan anggaran itu ditujukan untuk Badan Nasional Penanggulan Bencana.

“Sudah ‎kami ajukan”, kata Kepala BPBD Kalbar TTA Nyarong di Pontianak, Senin (31/7/2017).

Ia menuturkan pengajuan itu ditujukan ke pemerintah pusat karena berkaitan dengan status bencana yang disandang Kalbar. Dengan status siaga darurat Kalbar tidak bisa menggunakan dana yang ada.

Besaran anggarannya mencapai Rp 5 miliar. Dana itu tersimpan di Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah. Dana itu baru bisa digunakan‎ setelah menetapkan status tanggap darurat.

“Untuk tanggap darurat saat ispu sudah mulai merah. Saat ini Kalbar masih kuning jadi dianggap tingkat bahayanya sedang,” jelasnya.

Penggunaan anggaran itu tidak hanya untuk kabut asap saja, melainkan bencana lain yang terjadi di provinsi ini.

‎Kemudian dana yang diajukan itu di luar operasional heli untuk water bombing. Saat ini Kalbar mendapat bantuan empat heli untuk penanganan kabut asap. Heli Kamov dan Bolkow di Bandara Supadio, Heli MI8 di Sintang dan. Heli Bel di Ketapang.

“Penempatannya dibagi tiga wilayah,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved