Ale-ale Makanan Khas Ketapang

Kemudian cangkangnya berwarna putih dan ada yang agak abu-abu dengan dagingnya berwarna putih bening.

Ale-ale Makanan Khas Ketapang
TRIBUNFILE/IST
Seorang warga sedang mencari Ale-ale di Sungai Pawan Ketapang beberapa waktu lalu. 

Bahkan di Kota Ketapang dibangun Tugu di tegah jalan yang disebut Bundaran Ale-ale.

“Jadi makanan khas Ketapang terbuat dari Ale-ale ini hanya ada di Ketapang. Makanan ini juga menjadi satu di antara sumber protein hewani bagi masyarat Ketapang,” ungkapnya.

Menurutnya Ale-ale bisa diolah menjadi berbagai macam masakan. Di antaranya sambal ale-ale, ditumis, serundeng, kuah kentaal, asam garam, sate dan lain-lain.

Bahkan bisa langsung direbus dengan garam atau dijadikan sop.

“Selain isinya bisa dijadikan berbagai macam masakan. Cangkang Ale-ale yang keras juga bisa dimanfaatan untu kerajinan tangan, sumber kapur hewani dan bahan bangunan,” paparnya.

Yudo mengungkapkan bahan kuliner ini sudah cukup lama ada di Ketapang. Bahkan sering kali dijadikan oleh-oleh untuk masyarakat luar Ketapang.

Sebab itu cukup banyak masyarakat menggantungkan hidupnya mencari hewan jenis kerang ini.

“Tiap seorang pencari bisa mendapt 10 hingga 15 kilo gram Ale-Ale untuk dijual ke pasar. Ale-ale yang dijual bisa berupa yang masih ada cangkangnya. Serta yang sudah dikupas atau hanya isinya yang dimasukkan dalam kemasan seperti botol,” ucapnya.

Ia menjelaskan mencari Ale-ale lebih mudah ketika air surut dibanding air pasang.

Sebab itu ketika musim kemarau pendapatan masyarakat pencari Ale-ale lebih banyak.

Penulis: Subandi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved