Kasus Bocah Kurang Gizi Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Anggota DPRD Kalbar, Markus Amid merasa prihatin di dunia yang maju masih terdapat masyarakat yang kurang gizi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Tio Sebastian (4) terbaring di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak saat bersama ibunya, Minggu (30/7/2017). Tio menderita kurang gizi yang mengakibatkan kulit ditubuhnya melepuh. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kalbar, Markus Amid merasa prihatin di dunia yang maju masih terdapat masyarakat yang kurang gizi.

"Ini harus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dan Kalbar untuk lebih ngeh kepada warganya," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Minggu (30/7/2017).

Ia menilai pemerintah harus memonitor masyarakatnya agar tidak terjadi hal demikian. Ini juga menjadi pukulan terhadap ekonomi daerah dan harus jadi perhatian serius Kabupaten Sanggau

Kejadian ini juga perlu diperhatikan dunia kesehatan di Kabupaten Sanggau supaya bisa memperhatikan persoalan in. Harusnya tidak perlu sampai dibawa ke Pontianak karena tentu memerlukan banyak biaya.

"Kalau penanganan kesehatan di kecamatan dan kabupten sudah baik, tentu tidak perlu mereka ke Pontianak," ungkapnya.

Baca: Akibat Kurang Gizi, Tubuh Bocah 4 Tahun Melepuh Seperti Terbakar

Ketua Komisi V ini meminta Dinas Kesehatan dapat introspeksi diri terhadap persoalan ini.

Ia juga berharap ke depan tidak ada kasus seperti ini lagi terjadi pada masyarakat di Kalbar.

"Ke depan minimal kebutuhan dasar masyarakat tercukupi karena itu pemerintah daerah harus lebih gencar memberantas masalah kekurangan gizi," harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved