Padamkan Api, BPBD Kerahkan Tiga Unit Water Boom

Mengenai jumlah titik api, kita juga terus memonitoring, sebagai dasar untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan ke lapangan.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla kembali terjadi, kali ini melanda Bukit Jat, di desa Idas, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kamis (27/7) siang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Bernardus Anggoi menyampaikan, hingga pukul 14.30 WIB, api masih ditemukan di kawasan kebakaran.

Dikatakanya, api melahap daerah yang banyak ditumbuhi lalang, untuk itu, tiga unit waterbomb dari Posko Karhutla Sintang, Supadio dan Bengkayang pun diterjunkan untuk memadamkan api, namun upaya untuk menjinakan api tergolong sulit.

“Kami terus melakukan monitoring. Sedangkan mengenai penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan, namun diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan, yang karena faktor angin, menyebabkan kebakaran meluas hingga ke wilayah sekitarnya,” katanya, Kamis (27/7).

Ia menambahkan, tekait kasus Karhutla, BPBD Kabupaten Sanggau telah melakukan langkah-langkah seperti monitoring, menyusun laporan, memantau hotspot/titik api, dan menunggu penetapan status oleh Bupati Sanggau.

“Perkembangannya akan terus dipantau dan sejauh mana status yang diakibatkannya. Jika memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai status siaga, maka nanti Bupati yang akan menetapkannya,” tegasnya.

Lanjutnya, untuk perkembangan jumlah titik api di  Sanggau, dikatakan Anggoi, berdasarkan pantauan satelit, hingga tanggal 24 sampai 25 Juli 2017 lalu, jumlah titik api terpantau sebanyak 12 titik yang menyebar di berbagai wilayah.

“Mengenai jumlah titik api, kita juga terus memonitoring, sebagai dasar untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan ke lapangan. Intinya, BPBD Sanggau terus siaga melakukan pemantauan, ” tuturnya.

Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat, untuk menyampaikan informasi kepada Satgas maupun aparat terdekat jika menemukan adanya Karhutla, agar segera dilakukan langkah-langkah penanganan dan penanggulangan.

Satu diantara warga desa Idas, Kecamatan Noyan, Lonyin (40) engakui bahwa ada helikopter yang lalu lalang di kawasan desa Idas, tepatnya di dusun Sei Merah.

“Ada helikopter lewat, dengar dari kampung sebelah si katanya padamkan api helikopter itu. Dari beberapa hari lalu memang ad yang lalu lalang, ” ujarnya.

Warga lainya, Misana (35) juga mengakui, bahwa ada helikopter lalu lalang, bahkan sejumlah warga pun binggung dan sontak membuat warga melihat helikopter itu.

“Kan terbangnya tidak terlalu jauh, jadi lumayan jelas juga kelihatan. Dengar-dengar si padamkan api, ” pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved