Kongres Dayak Internasional

Kongres Dayak Dapat Memperat Persaudaraan, Ini Harapan Kartius

Kongres Dayak Internasional dengan menghadirkan suku asli dibeberapa negara patut kita apresiasi dan kita lanjutkan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Kartius 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Kartius mengungkapkan apresiasi kepada panitia kongres dan Presiden MADN karena bisa mandiri tanpa menggunakan APBD, selain itu, Ia pun mengatakan agar kongres tersebut dapat dilanjutkan.

"Kongres Dayak Internasional dengan menghadirkan suku asli dibeberapa negara patut kita apresiasi dan kita lanjutkan," ungkapnya, Kamis (27/7/2017).

Kehadiran kongres tersebut, menurutnya selain memperat rasa persaudaraan dan membuat komunikasi antar dunia, bisa juga menghasilkan pemasukan bagi masyarakat Kalbar.

Pemasukan tersebut terutama seperti menginap dihotel, makan, belanja dan membeli apa yang tidak ada para wisatawan dan tamu yang hadir.

Dunia, kata dia, melihat Indonesia penyelenggaran kongres tingkat dunia di Kalimantan aman dan damai, tidak ada gangguan, hal tersebut menjadi.kondisi yang menguntungkan bagi Kalbar.

"Budaya bisa dijadikan potensi dan dikembangkan setiap tahun, namun untuk biaya kongres ini tidak ditanggung APBD, itulah yang menjadi luar biasa. Kemampuan panitia dan Cornelis sebagai Presiden MADN, perlu dikembangkan," bebernya.

Setelah mendeklerasikan 7 butir kesepakatan dayak yang ingin membangun dunia dan berkontribusi memperkokoh NKRI, menurutnya juga harus dievaluasi mana yang berjalan dan tidak dikongres berikutnya.

"Jika dilihat dari semangat dan kebersamaan Kongres, saya pikir akan ada dievaluasi mengenai kesepakatan 7 butir tersebut, apa yang dilaksanakan dan belum, maka akan ada kongres kedua yang mungkin saja dilaksanakan dinegara lain ataupun kalimantan lain. Karena yang punya kekuatan besar dari segi ekonomi dan organisasi, Sabah dan Sarawak, serta kalimantan lainnya," terangnya.

Dengan kegiatan kongres, kata dia juga akan menjadi destinasi wisata, pertama wisata kuliner, sejarah, alam, budaya dan memperat persatuan dan kesatuan budaya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved