Bupati Sanggau Akan Eliminasi Anjing Terpapar Rabies

Pihaknya juga sudah melakukan penyuntikan vaksin, dan yang terkena terpaksa akan ditangani dan perlakuan khusus, ataupun di PAR.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Sanggau, Paolus Hadi menuturkan akan mengeliminasi anjing yang rabies terlebih status di Sanggau yang sudah menyatakan sebagai kasus luar biasa.

"Sanggau termasuk yang terbesar (Rabies, Red) karena memang kita sudah sangat berusaha, dan masuknya sudah ke Malaysia, namun kita dituduh," tuturnya, Kamis (27/07/2017).

Pada intinya, menurut Paolus gerakan sudah dilakukan untuk memastikan rabies tidak berkembang.

Pihaknya juga sudah melakukan penyuntikan vaksin, dan yang terkena terpaksa akan ditangani dan perlakuan khusus, ataupun di PAR.

"Memang kita cukup kaget, karena daerah perbatasan baru ini mulai, dulu kita justru khawatir berbatasan dengan Kalteng, namun sekarang malah dari perbatasan, tuduhan belum tahu mana yang benar. Saya sarankan begitu (Pemusnahan Massal, Red) jika sudah sampai suspek namun perlu pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat," katanya.

Baca: Indonesia-Malaysia Sepakat Vaksinasi Hewan Penular Rabies

Namun, menurut Paulus, masyarakat diperlukan sosialisasi karena masyarakat menilai jika anjingnya disuntik anti rabies terkesan lemah, walaupun hal tersebut tidaklah benar.

"Masyarakat sudah ada yang meninggal, sampai hari ini sudah diatas rata-rata atau sekitar 6 dan tertinggi di Kalbar, sudah KLB," ujarnya.

Walaupun, kata dia, untuk rabies dari dulu sudah ditetapkannya, padahal beberapa waktu dahulu Sanggau terendah namun sudsh tertinggi.

"memang ini suatu fenomena yang baru, padahal sudah dikunci semua batas namu tetap masuk. Himbauan juga sudah, kita minta masyarakat mau membawa anjingnya divaksin, dan pengaruh juga dengan petugas yang kurang, namun kita sudah berkoodinasi dengan dinas Provinsi," tandasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved