Dewan Imbau Warga Waspada Beras Oplosan

Masyarakat harus tahu asal-usul beras yang dikonsumsi, jangan mereka terpesona oleh wanginya, warnanya

Dewan Imbau Warga Waspada Beras Oplosan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dengan ditemukanya kasus beras oplosan dan sempat membuat heboh, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sanggau Konggo Tjintalong Tjondro. Ia menyampaikan bahwa ada beras mengandung benih-benih cacing.

“Ini hasil laboratorium dari Dirjen Ketahanan Pangan. Ini yang ngomong Kasinya. Dia sendiri setiap enam bulan sekali makan obat cacing. Hasil penelitian setiap beras itu yang di Jakarta ada yang mengandung cacing,” katanya, Rabu (26/7/2017).

Untuk itu, Politisi Partai Golkar Kabupaten Sanggau itu meminta masyarakat untuk hati-hati dalam membeli dan mengkonsumsi beras dan jangan selalu terpaku pada aroma dan warna.

“Bukan berarti beras semakin mengkilat itu smakin bagus, Justru itu sudah melalui proses kimia. Masyarakat harus tahu asal-usul beras yang dikonsumsi, jangan mereka terpesona oleh wanginya, warnanya. Itu berbahaya, yang biasa sajalah, yang warnanya krem itu saya pikir lebih bagus,” tegasnya.

Konggo juga menyarankan agar harga beras di pasaran relatif murah, dengan cara memotong jalur distribusinya yakni terhitung dari petani hingga ke konsumen.

“Harusnya dari petani ke koperasi, ke bulog, ke agen, baru ke pengecer. Saya kira empat tahap cukup. Jangan terlalu jauh, dari petani masuk ke tengkulak, ke pengepul kecil, ke pengepul besar, baru ke agen baru ke pengecer. Itu ada kemungkinan orang mengoplos, sebenarnya rentang kendalinya harus diperpendek, ” tuturnya.

Konggo menambahkan, Kabupaten Sanggau rencananya akan melaunching ekspor beras pada bulan Oktober mendatang oleh Presiden Jokowi, beras asal Sanggau akan diekspor ke Malyasia. “Kita sampai hari ini belum tahu, berapa produksi beras pertahun. Bupati bilang sudah surplus,” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved