Tahanan Nyabu di Rutan

BREAKING NEWS: Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Karutan Terapkan Sistem Baru

Sekarang sopir taksi kalau ada nitipkan barang ke Rutan pasti kita akan minta fotokan SIM dan KTPnya juga, geledah dulu barang titipan dari Pontianak

BREAKING NEWS: Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Karutan Terapkan Sistem Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Rutan Klas II B Sanggau dari Isnawan MH 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Rutan Klas II B Sanggau, Isnawan menyampaikan, untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba masuk ke Rutan Klas II B Sanggau, pihaknya menerapkan sistem baru walaupun sekarang sudah menjalankan pengamanan sesuai SOP.

“Yakni bagi orang yang menitipkan barang untuk keluarganya atau temanya atau saudaranya, biasanya diterima di pintu masuk saja. Sekarang penitip barang harus masuk dengan menunjukan KTP, orangnya difoto dan barang titipan digeledah didepan yang nitip, ” katanya, Rabu (26/7/2017).

Dengan diterapkannya sistem seperti itu, masyarakat bisa memahami bahwa, bukannya Rutan tidak mau menerima barang titipan tapi Rutan harusnya jadi tempat yang aman dan steril dari narkoba.

“Sekarang sopir taksi kalau ada nitipkan barang ke Rutan pasti kita akan minta fotokan SIM dan KTPnya juga, geledah dulu barang titipan dari Pontianak, ” jelasnya.

Baca: Cari Lokasi Bangun Tugu Burung Garuda, Pemkab Terima Usulan Masyarakat

Sekarang, lanjutnya, dengan menerapkan sistem baru, semua barang titipan akan terpantau melalui CCTV dan foto yang diabadikan petugas regu. “Intinya perbaikan kinerja sekarang, setiap penitipan barang akan terpantau melalui laporan regu jaga, ” tegasnya.

Untuk saat ini, pihaknya juga menggunakan alat untuk pendeteksi logam supaya barang-barang larangan tidak diselundupkan ke Rutan. “Jadi apabila ada orang yang masuk harus menitipkan HP nya ditempat yang kita sediakan, kecuali tamu petugas Rutan, ” tuturnya.

Untuk saat ini, Petugas di Rutan Sanggau sebanyak 33 orang, untuk dipengamanan satu regunya sebanyak 16 orang. “Makanya satu berbanding 75 orang warga binaan Rutan, ” ujarnya.

Isnawan mengakui, pihaknya masih kekurangan alat pengamanan karena ada beberapa yang mengalami kerusakan, sehingga menjadi kendala bagi petugas Rutan.

Baca:  Petugas Rutan Amankan Warga Binaan Saat Pesta Sabu

“Seperti pendeteksi logam saat ini rusak, alat gas air mata juga rusak, tongkat kejut juga rusak. Akan tetapi kita antisipasinya dengan melakukan pendekatan rohani baik yang beragama Islam maupun nasrani, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Sanggau, Kompol Sudijarto menyampaikan, sebanyak tujuh orang warga binaan yang positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh BNNK Sanggau. “Selanjutnya hasil tes urine itu diserahkan ke Rutan Klas II B Sanggau, ” katanya singkat. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved