Herman Hofi: BPBD Tak Paham Mengatasi Masalah Kebakaran Lahan
Kita sudah lama teriak-teriak minta agar dibuat kolam tendon. Malah ada kolam tendon yang ada, tidak dirawat.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar mengungkapkan, sebetulnya saat ini yang perlu dilakukan dinas terkait penanggulangan bencana kebakaran lahan bukan pada latihan, karena pada dasarnya semua anggotanya sudah paham akan cara memadamkan api.
Namun dikatakannya saat ini seharunya yang dilakukan, mencari solusi agar tidak terbakar, karena selama ini permasalahan yang ada selalu pada ketersedian air saat terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Sebenarnya persoalan bukan pada latihan, bukan tidak penting, tapi tidak urgent. Mereka sendiri sudah mengerti dan paham bagaimana memadamkan api. Yang jadi persoalan adalah air tidak ada kalau musim kemarau,” ucapnya, Selasa (25/7/2017).
Padahal menurutnya pihaknya dari legislatif sejak lama sudah menyarankan dan meminta dibuat sumur bor atau kolam tendon di titik-titik rawan kebakaran. Tapi sayang tak kunjung diadakan oleh dinas terkait.
“Kita sudah lama teriak-teriak minta agar dibuat kolam tendon. Malah ada kolam tendon yang ada, tidak dirawat. Seperti di Jalan Kesehatan, ada parit digali dan dibarau, tidak dijaga dan dibersihkan,” sesalnya.
Ia menegaskan, kalau penampungan air tidak ada dan dinas terkait setiap tahunnya selalu mengadakan pelatihan maka akan percuma saja dan malah menghabiskan anggaran tidak ada artinya.
"Penampung air harus ada untuk menanggulangi kebakaran ke depan. Saya biasa turun dengan kawan memadamkan api. Permasalahannya bukan pada latihan tapi pada air yang tidak ada. Tidak ada gunanya latihan itu, harus mengabiskan uang saja,” katanya.
Selain itu menurut Herman Hofi, yang mesti didorong dalam penanggunalangan bencana kebakaran lahan adalah peralatan Pemadam Kebakaran Swasta. Di Pontianak, kasus-kasus kebakaran lahan banyak dituntaskan oleh mereka. Namun sayang, peralatan mereka kurang.
“Daripada latihan yang menghabiskan anggaran, lebih baik belikan peralatan seperti selang untuk pemadam. Cara pemadaman mereka sudah tahu,” sarannya.
Tiap tahun latihan serupa terus digelar. Bukannya jadi langkah baik, dia menilai malah hal itu menunjukkan dinas terkait tidak mengerti dan paham apa yang harus dilakukan. Sehingga, yang dilakukan hanya mengulang kegiatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/herman-hofi_20161111_150949.jpg)