Kongres Dayak Internasional
Buka Stan di Kongres Dayak Internasional, Ini Harapan Nabo Matsunaga
Kita paling laku pada umumnya mandau, gelang dan baju. Mandau ada mulai Rp. 500 ribu,
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara pemilik stan dalam eksebisi dan pameran, Yosep Nabo Matsunaga Irma Tiga, yang juga merupakan serangkaian acara dari Kongres Dayak Internasional mengungkapkan, mandau menjadi primadona masyarakat berbelanja di stannya, Ia pun berharap adat kebudayaan Dayak dapat terus dilestarikan.
"Kita paling laku pada umumnya mandau, gelang dan baju. Mandau ada mulai Rp. 500 ribu," tuturnya, Senin (24/07/2017).
Stan asal Pahuman, Kabupaten Landak tersebut pun dinamai Nabo Gallery, dengan menjual berbagai barang selain dari aksesoris.
"Kita banyak kerajinan tangan dari khas Landak dan juga ada dari luar, karena memperkenalkan adat Dayak seperti apa kepada masyarakat. Kita ada gelang, rajut, baju, kalung, perisai dan mandau," katanya.
Ia pun mengatakan harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 20 ribu sampai satu jutaan, selain itu, menurutnya pula, hasil penjualan juga cukup lumayan melebihi dari harga stan yang disewa.
"Pada umumnya ketika gawai stan akan ramai pada hari pertama dan terakhir penutupan," ungkapnya.
Ia pun mengatakan, Perbedaan saat gawai dan kongres adalah didaerah hanya satu tempat, namun jika kongres juga sudah ada dari luar.
"Harapan kita semoga acara event dari generasi Dayak selalu dilestarikan," tukasnya.