Antisipasi Penyakit Hewan Perlu Peran Aktif Masyarakat

Saya pikir, seperti rabies ini sudah cukup merata di Kalbar jadi perlu ada penanganan dari semua pihak.

Antisipasi Penyakit Hewan Perlu Peran Aktif Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Anggota Kubu Raya, Yuslanik. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Yuslanik mengatakan maraknya penyakit menular dari hewan ke manusia, harus mendapat antisipasi menyelur dari pemerintah daerah. Terutama dari dinas terkait, agar bisa memberi respon cepat tatkala ada laporan.

"Saya pikir, seperti rabies ini sudah cukup merata di Kalbar jadi perlu ada penanganan dari semua pihak. Agar bersama-sama dalam menuntaskannya. Dan ini, tentulah harus ada peran serta dari masyarakat agar melaporkannya," ujarnya.

Menurut Yuslanik, sasyarakat sendiri, sebagai pelaku utama ibaratkan permainan. Sehingga jika memiliki hewan-hewan peliharaan harus segera dilaporkan agar bisa dilakukan pemeriksaan dari penyakit-penyakit yang berbahaya.

"Tanpa adanya kerjasama dari masyarakat, upaya dari pemerintah daerah dalam memerangi penyakit menular dari hewan akan kurang berjalan maksimal," tuturnya.

Ia mengingatkan secara khusus kepada masyarakat wilayah kecamatan Sungai Ambawang yang pernah terjadi penyebaran virus rabies. Dan sudah satu orang korban gigitan anjing positif terjangkit rabies dari gigitan anjingnya.

"Masyarakat tak perlu khawatir apapun. Bagi pemilik hewan, baik anjing, babi, sapi atau lainnya mintalah dinas untuk bisa mengecek hewannya agar dipastikan terhindar dari terjangkit virus berbahaya," pungkasnya.

Seorang peternak sapi, H. Sakiman mengungkapkan dirinya telah menjadi peternak sapi puluhan tahun silam. Adanya informasi beberapa penyebaran virus berbahaya dari sapi. Maka dirinya akan berkonsultasi terhadap dinas peternakan.

"Penyakit dari sapi ini katanya sangat berbahaya. Seperti sapi gila, antrak dan jembarana. Kalau saya sendiri belum pernah tahu. Nanti saya koordinasi dengan dinas saja supaya sapi-sapi saya bisa dicek," ujarnya.

Ia setiap tahunnya juga membeli sapi-sapi dari pulau jawa. Sebab, selain penggemukan juga dijual langsung. Untuk jenis sapinya, dari sapi metal dan lokal.

"Hanya dari jawa saja. Saya harap nanti, Dinas Peternakan bisa memberikan respon baik jika kita minta bantu pengecekan sapi," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved