Breaking News:

Citizen Reporter

Transportasi Sulit, Harga Barang jadi Mahal

program IbDM juga bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah Desa Sepadu dengan pendekatan holistik berbasis riset.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Perangkat RT 01 dan 02 Dusun Semayang Desa Sepadu Kecamatan Semparuk, Sambas,  hadiri pertemuan dalam pelaksanaan program Ipteks Bagi Desa Mitra (IbDM) di kediaman warga (Tarjili), Sabtu (22/7/17) malam. 

Citizen Reporter 
Hamidan Ibnu Chairy 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pembangunan jalan lebih dari dua puluh tahun menjadi persoalan masyarakat Dusun Semayang Desa Sepadu, Kecamatan Semparuk  Sambas dan menjadi perhatian khusus bagi masyarakat setempat.

Pembangunan yang lambat membutuhkan solusi agar kegiatan pertanian mudah di akses. Akibat dari pada itu barang-barang relatif mahal diakibatkan sulitnya transportasi. 

Dengan kondisi demikian, perguruan tinggi yakni Politeknik Negeri Sambas membuat program Ipteks Bagi Desa Mitra (IbDM)  dengan membangun pertanian terpadu berkearifan lokal untuk memfasilitasi pembangunan infrastruktur jalan Desa Sepadu Kecamatan Semparuk khususnya Dusun Semayang Desa Sepadu Kecamatan Semparuk. 

Ketua Program IbDM,  Hamdi, SP, MP, menyampaikan program yang akan dilaksanakan bertujuan untuk memfasilitasi pembangunan infrastruktur jalan ke SKPD terkait. Selain itu juga dalam pembangunan pertanian terpadu akan menyediakan air sawah dengan irigasi pompa. 

Tambah Hamdi, program IbDM juga bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah Desa Sepadu dengan pendekatan holistik berbasis riset. 

"Salah satu Program dari IbDM yakni memfasilitasi pembangunan infrastruktur jalan di Dusun Semayang Desa Sepadu Kecamatan Semparuk. Dengan program ini semoga masyarakat bisa terbantu dan kedepan Dusun Semayang akan menjadi desa binaan Politeknik Negeri Sambas, " ujar Hamdi,  Sabtu (22/7/17) malam. 

Salah satu yang melatarbelakangi program yang dilaksanakan yakni Dusun Semayang merupakan dusun yang tertinggal dalam pembangunan infrastruktur jalan di semua pemukiman penduduknya dibandingkan dengan dusun yang lain. 

Tidak hanya memfasilitasi pembangunan jalan namun skala prioritas yang lain yakni berupa adanya pemekaran desa yang dikehendaki masyarakat Dusun Semayang. Kehendak masyarakat untuk pemekaran dianggap tepat untuk kemajuan pembangunan di Dusun Semayang. Stakeholder masyarakat Dusun Semayang menginginkan lebih cepat lebih baik. 

Tarjili, ketua Rukun Tetangga (RT) 01/02 menginginkan dan mendukung penuh akan pemekaran desa, 

"Kami tentu menginginkan pembangunan jalan lebih baik dan pertanian maju. Pemekaran desa tentu kami sangat mendukung, meskipun ini butuh proses yang lama, " ujar Tarjili, Sabtu (22/7/17) malam. (*)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved