Citizen Reporter

Luas Wilayah Jadi Kajian Dalam Penetapan Dana Perimbangan

Tidak hanya luas wilayah daratan, wilayah laut juga perlu kita pertimbangkan, hal ini sedang kita kaji

ISTIMEWA
Para Bupati, Wakil Bupati dan pendamping se-Indonesia yang mengikuti Rakernas Apkasi X 2017 

Citizen Reporter

Peliputan Humas dan Protokol Setda Ketapang, Andy Candra

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X Apkasi tahun 2017 mengusung tema "sinkronisasi kebijakan pembangunan antara pusat dan daerah". Berbagai materi rakernas langsung menghadirkan narasumber dari kementerian. Walaupun setiap sesi terbatas waktu, namun pokok pembahasan langsung pada sasaran.

Para peserta yang terdiri dari kepala daerah dan SKPD terkait, langsung bertanya pada narasumber di Kementerian. Pada salah satu materi yang menampilkan Wakil Menteri Keuangan Ri, para kepala daerah sempat menanyakan tentang kewenangan dalam pembangunan jalan yang dilalui kendaraan perusahaan,  pengadaan barang dan jasa, pemotongan DAK/DAU, gaji ASN menggunakan PAD dan lain sebagainya,
termasuk tunjangan honorarium kepala daerah.

Demikian dengan penetapan dana perimbangan yang selama ini dipandang mengabaikan luas wilayah dibandingkan jumlah penduduk. "Tidak hanya luas wilayah daratan, wilayah laut juga perlu kita pertimbangkan, hal ini sedang kita kaji," kata Wakil Menteri Keuangan RI.

Selain rapat kerja nasional, maka  menumbuh kembangkan jiwa entrepreneur daerah dalam menghadapi persaingan global menjadi tema Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2017 di Jakarta Convention Center  Jakarta. Selaras dengan tema yang diusung, tentu saja seluruh anggota Apkasi yang mengikuti pameran  menampilkan potensi yang dimiliki daerah.

Demikian juga dengan Kabupaten Ketapang memanfaatkan seefektif mungkin mempromosikan  potensi sektor pariwisata, budaya, pemerintahan, kerajinan, batu permata, makanan khas dan lain- lain. Selain itu setiap pengunjung yang mampir ke stand Ketapang juga dibekali dengan
informasi tentang potensi yang dikandung daerah, baik tentang sektor pertambangan, kelautan, pertanian, perkebunan dan lain-lain.

Informasi yang disampaikan melalui leaflet dan lain sebagainya. Hal tersebut semakin menarik perhatian pengunjung  dengan potensi yang ada di Ketapang. Pada hari kedua pameran Apkasi Otonomi Expo 2017, jumlah pengunjung kian bertambah.

Tampak juga sejumlah pejabat Ketapang yang ikut kegiatan di Jakarta  menyempatkan hadir ke stand Kabupaten  Ketapang. Pada hari kedua, terlihat Asisten III  Setda Ketapang, Drs Heronimus Tanam ME  dan Kepala BKDPSDM Kabupaten Ketapang Repalianto, mengunjungi stan Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S pada hari Rabu (19/7) di JCC Senayan menyebutkan promosi sangat diperlukan dalam menarik investor. Melalui AEO 2017 efektif sekali. Keikutsertaan Kabupaten Ketapang dalam kegiatan Apkasi dinilainya sangat tepat dan kedepan harus ditingkatkan lagi.

Dukungan pendanaan dalam promosi di ajang yang strategis ini harus mendapat dukungan.
Apalagi saat ini, di era pasar bebas, khususnya memasuki MEA maka kita harus siap bersaing. Melalui pameran ke luar derah diarahkan juga untuk menambah wawasan dalam meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah sehingga mampu bersaing di era pasar bebas.

"Kita sangat kaya dengan berbagai potensi, melalui apkasi sangat tepat sekali kita promosi, sehingga tidak hanya dikenal di seluruh Indonesia, tapi juga sampai ke dunia internasional," ucapnya. (*)
 

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved