Hari Kedua Rakontek, Kemenkes Bahas Program Kesehatan Masyarakat
Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Kuwat Sri Hudoyo menuturkan program Kesmas pada intinya adalah program paradigma sehat, menjaga masyarakat....
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan RI dihari kedua dalam rapat koordinasi teknis kesehatan masyarakat Kalbar dihari kedua membahas Strategi Pelaksanaan Kegiatan dan Pembiayaan Program Kesmas di lantai 2 Hotel Mahkota, Jalan Sidas Pontianak, Selasa (18/07/2017).
Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Kuwat Sri Hudoyo menuturkan program Kesmas pada intinya adalah program paradigma sehat, menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat, jangan sampai jatuh sakit, dan telah sakit harus segera disembuhkan.
Menurutnya, semua sasaran dari Program Kesmas adalah masyarakat yang sehat, dari sejak kehamilan dan lansia, harus tetap dipertahankan melalu berbagai aktivitas sesuai dengan sasaran.
"Karena masyarakat kita, sekitar 70 persen sehat, itu yang harus dijaga, jangan sampai sakit, orangnya kita pertahankan, lingkunganya kita perbaiki, dan perilaku sehat kita jaga," katanya, Selasa (18/07/2017).
Baca: Lantik 19 Kades, Norsan Ingatkan Kades Profesional dan Transparan
Ia mengatakan, yang dihadapi Kalbar adalah dukungan pembiayaan yang sebetulnya dari pusat sudah dialokasikan, namun permasalahnya adalah pencairan yang terlambat sehingga pelaksanaan dipuskesmas juga terlambat.
Menurutnya, keterlambatan tersebut juga karena beberapa kabupaten atau kota tidak melaporkan kegiatan tahun 2016 sebagai syarat kementerian keuangan mentransfer anggaran tersebut ke daerah atau jika dirata-rata dana tersebut disetiap puskesmas sekitar Rp 400 juta-500 juta.
Dana tersebut, kata dia, lebih banyak untuk promotif preventif, mempertahankan orang yang sehat tetap sehat dan juga untuk jaminan persalinan.
Karena ada mungkin di Kalbar ibu-ibu tidak mempunyai biaya jaminan persalinan, maka itu disediakan.
"Kita mendorong supaya kewajiban pemerintah daerah melapor, karena kementrian keuangan sampa saat ini dispensasi, dan syarat harus dipenuhi," ujarnya.
Menurutnya pula, sudah ada 34 provinsi dengan kabupatennya sudah melaksanakan Germas, dengan indikator gerakan makan buah, sayur dan ikan, kedua aktivitas musik, dan ketiga deteksi dini pada penyakit yang tidak menular.
"Sebenarnya kasus yang menjadi problema masyarakat adalah pada balita gizi buruk serta kematian ibu dan bayi. Secara nasional sudah membaik, namun belum sesuai dengan diharapkan, tapi sudah pada proses perbaikan dengan berbagai intervensi termasuk Kalbar juga sudah mulai perbaikan namun belum maksimal, karena juga perlu dukungan lintas sektoral dan masyarakat bukan hanya kesehatan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-rakontek-kalbar_20170718_170323.jpg)