Cegah DBD, Satarudin Minta Dinas Pendidikan dan Kesehatan Bertindak Cepat

Dinas terkiat harus segera ambil langkah-langkah cepat, jangan sampai ini nanti memakan korban karena DBD ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Ketua DPRD Pontianak, Satarudin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Adanya tren penyakit DBD yang menyerang kalangan anak-anak usia pelajar akhir-akhir ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan kalau sepanjang 2017 ini sudah ada 51 kasus DBD menyerang warga Kota Pontianak dan paling banyak adalah anak usia sekolah.

Menanggapi Itu,  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pontianak untuk melakukan fogging secara berkala di setiap sekolah yang ada di Pontianao ini.

"Dinas terkiat harus segera ambil langkah-langkah cepat, jangan sampai ini nanti memakan korban karena DBD ini. Fogging harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah di sekolah-sekolah. Fogging harus dilakukan berlala bisa jadi sebulan sekali, lalu ada antisipasi lain seperti kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga," ucapnya Selasa (18/7/2017).

Satar mengatakan dihadapan media dengan adanya trend penyebaran demam berdarah di sekolah-sekolah tentu akan membuat orang tua khawatir. Bahkan ia sendiri juga khawatir karena saat inipun anak-anak sudah duduk dibangku sekolah.

Ia katakan tidak hanya disekolah, karena nyamuk aides aigepty yang menyebarkan virus DBD bisa berada di mana saja. Oleh karena itu ia meminta fogging tidak hanya di sekolah tapi juga permukiman.

"Paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan di mana aktivitas kerap dilakukan.
Apalagi saat ini sudah masuk tahun ajaran baru. Ada anak dengan berbagai macam kondisi yang masuk ke lingkungan baru," ucapnya.

Satar berharap sekolah turut melakukan ajakan hidup bersih dan sehat pada para siswa. Tentu selain menyediakan ruang kelas yang bersih dan lingkungan yang terhindar dari tempat kembang biak nyamuk.

"Salah satu cara efektif memang fogging dan ini harus dilakukan sebelum ada yang jadi korban. Setelah itu harus menjaga lingkungan. Terutama di toilet dan tempat pembuangan sampah," katanya.

Selain itu, Satar minta pola 3M diterapkan dengan baik oleh sekolah maupun di rumah. Intinya ditegaskan Satar, sama-sama menjaga karena Kota Pontianak ini memang endemis demam berdarah.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved