Bupati Sintang : Tugas Polres Sintang Sangat Berat di Daerah Perbatasan

Tidak hanya kejahatan konvensional, potensi kejahatan transnasional juga besar di tengah masa transisi dan modernisasi Kabupaten Sintang ke arah kota

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Sintang Jarot Winarno. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan tantangan Kepolisian Resor (Polres) Sintang sangat berat.

Hal ini bukan tanpa alasan, letak Kabupaten Sintang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

“Tugas Polres Sintang sangat berat karena berada di perbatasan. Tantangannya lebih berat dari beberapa daerah lain di Kalimantan Barat,” ungkapnya saat diwawancarai usai upacara peringatan ke-71 Hari Bhayangkara Tahun 2017 di halaman Mapolres Sintang, Senin (10/7/2017).

Tidak hanya kejahatan konvensional, potensi kejahatan transnasional juga besar di tengah masa transisi dan modernisasi Kabupaten Sintang ke arah kota berkembang.

Baca: Oknum Petugas Diduga Bekingi Developer Tutup Jalan Akses Warga

“Kita (Kabupaten Sintang;red) berbatasan dengan Malaysia. Sayangnya, Pos Lintas batas Negara (PLBN) kita belum ada. Tahun depan baru dibangun. Tidak seperti Kapuas Hulu, Sanggau dan kabupaten  lain yang sudah punya PLBN,” terangnya.

Tidak adanya PLBN membuat banyak pintu masuk ilegal atau jalan-jalan tikus. Seperti diketahui dua Kecamatan yakni Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Beban kepolisian untuk menjaga itu tentu sulit. Jalan tikus banyak seperti di Nanga Bayan, Riam Sejawak, Muakan, Sepilu dan lainnya. Namun, itu jadi tugas kepolisan menjaga dan mengamankan negara kita,” tukasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved