Pengamat Politik Sebut Sutarmidji Masih jadi Nomor Satu di Kalbar

Tanpa mengenalkan diri sudah populer tinggal bagaimana mesin politik dan kandidat atau tim sukses memenangkan kandidat tersebut.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengemat Politik Untan, Ngusmanto menilai figur yang sudah ada pernah duduk menjabat menjadi Wali Kota dan Bupati, sudah menjadi suatu modal ataupun sebuah bentuk investasi. Berikut analisanya:

Tanpa mengenalkan diri sudah populer tinggal bagaimana mesin politik dan kandidat atau tim sukses memenangkan kandidat tersebut.

Jika membaca survei yang belum lama ini keluar, Sutarmidji berada diposisi teratas, memang terkenal juga dengan prestasinya Pontianak menjadi bagus, bukan saja kota, tapi pelayanan publik dan keuangan, penataan dan infrastruktur sudah bagus, kemudian disusul oleh figur Karolin diposisi kedua figur.

Namun, karena waktu masih lama, bisa saja ada muncul figur-figur lain, tapi untuk saat ini saya rasa Sutarmidji masih menjadi nomor satu.

Semua figur ada peluang, seperti Ria Norsan yang telah memimpin Kabupaten mempawah dua periode dan Hildi Hamid yang juga memimpin Kabupaten Kayong Utara dua periode, tapi denga hal tersebut harus ada kaloborasi.

Baca: Gerindra Akan Buka Pendaftaran Jelang Pilkada Serentak 2018

Jika masing-masing akan maju sendiri saya rasa akan berat, namun jika berkaloborasi akan bisa menang, saya pun berharap hanya akan ada dua calon di Pilgub Kalbar, sehingga akan benar-benar menarik.

Untuk kekuatan Parpol, di Kalbar tentu masih didominasi oleh PDIP, namun partai tersebut juga akan lebih kuat jika ada figur yang bagus dan berprestasi, partai memang penting, namun fiugt juga harus bagus. Pemilih kita sudah cerdas, hal-hal seperti money politikl, barang sembako sudah tidak berpengaruh bagi masyarakat.

Kemungkinan seperti Independen pasti ada, tapi untuk independen sudah harus bergerak dari jauh-jauh hari, jika tidak akan susah seperti pengumpulan KTP, Independen akan sulit jika baru akan mulai bergerak sekarang.

Mengenai Pilwako Pontianak, pada umumnya masyarakat ingatannya akan mudah melupakan sesuatu, jadi yang mudah diingat yang masih hangat, seperti Edi Kamtono akan menjadi modal yang kuat dalam Pilwako Pontianak, walaupun figur seperti Paryadi sudah pernah juga memimpin, masyarakat akan ingat yang masih baru, jika ditanya berpeluang saya rasa Edi Kamtono.

Kekuatan Politik di Pontianak saya tidak tahu persis, namun yang kuat Edy Kamtono, dan Independen saya rasa Syarif Usmulyadi, karena calon independen tersebut sudah bergerak sejak lama.

Tentu saya harap semua figur yang akan maju di Pilkada siap menang dan siap kalah, namun kebanyakan orang kita hanya siap menang saja, jikah kalah harus ucapkan selamat kepada yang menang, jangan sampai membuat keributan, jika tidak puas maka akan ada jalurnya seperi ke Mahkamah Konstitusi.

Bagi yang terpilih dan tidak harus bergabung, bergandengan tangan agar suasana pun kondusif, tidak ada membedakan pemilih, pemimpin juga harus jujur, jangan ada black campaign, walaupun politik identitas masih kental sampai sekarang, saya harap Pilkada dapat berjalan dengan kondusif dan aman.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved