Citizen Reporter

Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Pompak'ngh Asah SDM

Bupati SanggU Paolus Hadi menegaskan, Sanggau butuh orang hebat untuk meneruskan kepemimpinan Sanggau.

Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Pompak'ngh Asah SDM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Wakil Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason saat menutup gawai daih dayak Pompank'ngh ke XIV di desa Penyelimau Jaya, Kecamatan Kapuas dengan memukul gong sebanyak tujuh kali, Minggu (2/7/2017). 

Citizen Reporter
Christ TCG
Humas Setda Sanggau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati SanggU Paolus Hadi menegaskan, Sanggau butuh orang hebat untuk meneruskan kepemimpinan Sanggau. Persaingan pun semakin berat dalam berbagai aspek.

Dari itulah, Bupati mengimbau kepada generasi muda Pompak'ngh untuk mempersiapkan diri dengan maksimal dan mengasah SDM (Sumber Daya Manusia) agar tidak ketinggalan. Ia juga berharap masyarakat kompak bersama Pemerintah membangun Sanggau dengan potensi masing-masing.

“Percuma berebut kekuasaan tapi tidak ada yang kita buat untuk Sanggau. Mari kita belajar berpikir, kita yang hidup di Sanggau berbuatlah untuk Sanggau yang lebih baik, dan baik untuk semua. Sudah banyak anak- anak Sanggau yang hebat, bahkan sudah banyak yang sukses diluar sana. Alangkah lebih baik kita bersama-sama membangun Sanggau, Kabupaten yang kita cintai ini, ” kata Bupati lewat arahannya pada acara Penutupan Gawai Daih Dayak Pompak'ngh ke XIV di Desa Penyelimau Jaya, Kecamatan Kapuas, Minggu (2/7/2017).

Baca: Massa yang Datangi PN Sanggau Berjumlah 215 Orang

Pada kesempatan yang sama pria yang kerap disapa PH ini menegaskan masyarakat Penyelimau Jaya harus kompak jika menolak pembangunan pabrik bauksit di daerah mereka.

Namun penolakan tersebut tentunya harus didasari alasan yang kuat dan jelas untuk jadi pertimbangan Pemerintah Daerah agar bisa ditindaklanjuti. Selaku Kepala Daerah dirinya tak lagi mengizinkan masuknya perusahaan baru di Kabupaten Sanggau. Dengan alasan, ia tak mau masyarakat Sanggau tak punya lagi tanah yang luas.

Namun pabrik baru dan yang sedang dalam proses pembangunan di beberapa Daerah di Kabupaten itu merupakan perkembangan dari perusahaan yang sudah ada dan sudah disetujui sebelumnya.

“Sewaktu tanah masih luas mudah saja menjual tanah, akhirnya lengah dan tidak punya tanah lagi. Perusahaan masuk memang investasi untuk Negara tapi belum tentu untuk rakyat. Yang ada kepemilikan tanah masyarakat semakin sedikit, bahkan habis kecuali tuan tanah. Saya ingatkan, masyarakat harus punya alasan yang kuat menolak agar tidak dianggap menentang kebijakan negara, ” ujarnya.

Selaku Dewan Pertimbangan DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Sanggau, ia juga menuturkan pentingnya mempertahankan dan melestarikan budaya yang diwariskan nenek moyang untuk mewujudkan Sanggau Berbudaya dan Beriman.

PH berharap di setiap Desa ada rumah Betang walaupun sederhana, tapi bisa digunakan untuk berbagai urusan ritual adat dayak, dan Pemerintah berkewajiban mendukung hal tersebut.

Pada acara Gawai Daih Dayak Pompak'ngh ke XIV tersebut, masyarakat Jawa yang berdomisi di Penyelimau Jaya juga ikut berpartisipasi.

Mereka bersama komunitasnya menampilkan atraksi Kuda Lumping. Usai menyaksikan penampilan Kuda Lumping bersama rombongan, Bupati yang hobi bermusik itu berpesan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan antar etnis dan saling mendukung untuk melestarikan budaya.

“Saya dapat informasi ternyata ada penduduk setempat (warga asli Penyelimau Jaya) yang ikut main Kuda Lumping ini. Saya berharap kekerabatan Komunitas masyarakat Jawa dengan penduduk setempat bisa semakin erat. Syukuri di Sanggau tetap aman, tidak rusuh seperti diluar. Pesan saya jangan mudah terprovokasi yang dapat memecah belah persaudaraan kita, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved