Keluarga Harap Terdakwa Kepemilikan 39 Batang Ganja Dibebaskan, Ini Alasannya

Apa yang dilakukan adek saya itu tidak bermaksud atau berniat jahat, hanya semata-mata untuk menyembuhkan isterinya.

Keluarga Harap Terdakwa Kepemilikan 39 Batang Ganja Dibebaskan, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kakak kandung Fidelis Ari, Yohana saat ditemui, Selasa (4/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Yohana, kakak kandung Fidelis Ari, terdakwa kepemilikan 39 batang ganja berharap agar adik kadungnya itu dapat bebas dari kasus yang menimpanya, karena ia meyakini Fidelis menanam ganja memang untuk kebutuhan pengobatan almarhum isterinya.

“Kami dari keluarga berharap agar Fidelis bisa segera pulang ke rumah, pada dasarnya itu intinya. Apa yang dilakukan adek saya itu tidak bermaksud atau berniat jahat, hanya semata-mata untuk menyembuhkan isterinya yang sudah berobat kesana kemarin baik medis non medis. Ternyata tidak sembuh, ” katanya, Selasa (4/7/2017).

Untuk itulah, Fidelis menggunakan ganja sebagai obat untuk penyembuhan isterinya dan sebenarnya pada saat mendapatkan ekstrak ganja ada tanda-tanda kesembuhan, tapi karena Fidelis sudah ditahan pengobatan terhenti dan akhirnya nyawa isterinya tidak tertolong.

Dikatakanya, hingga saat ini selama persidangan berlangsung dan yang terungap di fakta persidangan memang Fidelis menggunakan ganja itu untuk pengobatan terhadap isterinya.

“Tidak terbukti dia menjual atau memperkaya diri dengan ganja yang ditanamnya itu. Di fakta persidangan memang apa yang dilakukanya itu memang untuk pengobatan isterinya, ” ujarnya.

Baca: Harap Putusan Kasus Kepemilikan 39 Pohon Ganja Dapat Keringanan Majelis Hakim

Yohana mengaku, dirinya bersama anak-anak dari Fidelis selalu berdoa supaya segera pulang kerumah. Selain itu, ia juga tidak henti-hentinya memberikan suport dan dukungan moril.

“Setiap jadwal besuk di Rutan kami datang atau pada saat persidangan kami selalu hadir juga. Namun untuk proses hukum kami percayakan sepenuhnya dengan tim kuasa hukum. Besok jadwal sidangnya kemungkinan setelah lepas makan siang, ” jelasnya.

Dikatakanya, untuk saat ini kondisi kesehatan Fidelis secara fisik sangat sehat dan masih berada di Rutan Klas II B Sanggau. Sementara untuk kedua anak dari Fidelis, sejak ibunya meninggal dan bapaknya ditahan, yang mengasuh anaknya yakni Nenek dan Kakeknya yang juga sudah tua. Bagaimanapun juga tetap orangtuanya sendiri yang mereka perlukan untuk merawatnya.

“Cuman secara fsikologis kematian istrinya menggangu dia, karena sebelum proses sidang Fidelis sempat membuat buku dan menulisnya pun lancar, tapi setelah isterinya meninggal, inspirasinya untuk membuat buku lalu hilang dan sampai sekarang belum selesai. Judul bukunya “Saya Hanyalah Seorang Pasien, Bukan Seorang Penjahat, ” jelasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Marcelina Lin berharap agar Fidelis Ari dapat bebas murni, karena di fakta persidangan Fidelis tidak terbukti sebagai bandar, pengedar dan memperkaya diri dengan menanam ganja itu.

“Memang betul-betul untuk pengobatan isterinya. Kita harap bisa bebas murni dan Fidelis juga negatif saat tes urine, ” katanya melalui telpon selulernya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erhan Lidiansyah mengatakan, tertundanya persidangan dengan agenda membacakan tuntutan dari JPU, karena tuntutan pidana belum turun dari Kejagung.

“Kalau materi tuntutan sudah selesai. Kita usahan besok (Rabu red) kembali menjalani persidangan dengan agenda tuntutan dari JPU, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved