Hari Ini Obama Akan Pidato Tentang Globalisasi dan Pluralisme di Jakarta

Peraih Nobel Perdamaian 2009 itu akan berpidato mengenai globalisasi dan pluralisme.

Hari Ini Obama Akan Pidato Tentang Globalisasi dan Pluralisme di Jakarta
ISTIMEWA
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (tengah) dan keluarganya tiba di Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Obama menghabiskan waktu 10 hari untuk berlibur bersama keluarga di Indonesia, seperti di Bali, Yogyakarta dan Jakarta, kota tempatnya menghabiskan masa kecil. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA –  Setelah selama satu minggu berada di Bali dan Yogyakarta, Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, melanjutkan perjalanan ‘pulang kampung’ di Indonesia.

Presiden Amerika Serikat ke-44, akan mengunjungi DKI Jakarta, Jumat (30/6/2017) sampai Minggu (2/7/2017).

Selama tiga hari berada di ibu kota, Obama memiliki sejumlah agenda.

Pada hari pertama, suami dari Michelle Obama itu beserta rombongan akan menghadiri undangan makan siang Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Berselang satu hari kemudian, dia akan menghadiri kongres ke-4 diaspora di Mall Casablanca, Jakarta Selatan.

Peraih Nobel Perdamaian 2009 itu akan berpidato mengenai globalisasi dan pluralisme.

Hal itu akan menjadi yang pertama kali, dia berpidato di benua Asia setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden atau First Asia Speech.

Ketua Board of Trustees Indonesia Diaspora Network (IDN), Dino Pati Djalal, mengatakan persiapan sudah dilakukan secara matang untuk menyambut kehadiran mantan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut.

“Persiapan sudah cukup matang. Obama akan menyampaikan pidato. Ada sesi khusus, dia bicara mengenai situasi masa kini di dunia, globalisasi dan pluralisme,” tutur Dino, yang diacara itu diplot sebagai pembawa acara, kepada wartawan, Kamis (29/6/2017).

Supaya acara tetap berjalan kondusif, pihak panitia penyelenggara akan membatasi jumlah peserta.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 9000 orang yang akan hadir, mereka datang dari 52 negara dan 134 kota. Tak hanya datang dari mancanegara, tetapi juga diantaranya dari 71 kota di Indonesia.

“Ini terbesar dalam sejarah gerakan. Jadi ke belakang dan ke depan tidak ada lagi,” ujarnya.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved