Begini Cara Kepala Pengamanan Lapas Sintang Obati Rindu Keluarga Saat Lebaran
Mudik ke kampung halaman lantas bertemu sanak keluarga tentu jadi sukacita yang lazim tercitra di hari kemenangan Umat Islam seantero dunia.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Idul Fitri jadi momen bagi sebagian orang untuk berkumpul bersama keluarga tercinta, terutama bagi para perantau yang bekerja dan mengadu nasib.
Mudik ke kampung halaman lantas bertemu sanak keluarga tentu jadi sukacita yang lazim tercitra di hari kemenangan Umat Islam seantero dunia.
Namun di tengah euforia kebersamaan keluarga, tidak sedikit juga para perantau yang tidak bisa menikmati kehangatan bersama keluarga saat Idul Fitri 1438 Hijriyah.
Kepala Pengamanan Lapas Kelas II B Sintang, Ferry Hermawan satu diantaranya. Tugas sebagai abdi negara menuntut profesionalismenya. Dua tahun bertugas di Sintang, dua kali juga dirinya berlebaran dengan para Warga Binaan Lapas (WBL).
“Hari pertama dan kedua lebaran saya di Lapas. Jadi istilahnya stand-bui. Salat Ied tidak sama keluarga, tapi sama mereka (WBL.red). Sedih juga tidak bisa pulang ke Bandung,” ungkapnya.
Baca: Imbas dari Kebijakan Pemerintah Pusat, 7 Perda Pemkab Sintang di 2016 Dibatalkan
Untuk mengobati rasa rindu suasana lebaran bersama istri dan ketiga anaknya, biasanya di hari pertama lebaran Ferry berupaya memasak sendiri menu makanan yang identik saat lebaran.
“Saya upayakan bagaimana bisa makan sama seperti di rumah saat lebaran. Masak opor ayam, sambal goreng kentang hati dan ketupat. Itu aja biar kayak ngerasa di rumahnya,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-pengamanan-lapas-kelas-ii-b-sintang-ferry-hermawan_20170630_201649.jpg)