Waspada! Uang Rp 50.000 Keluaran Baru Palsu Beredar di Pontianak

Saya dapat dari orang yang datang ketempat saya untuk bayar tagihan rekening, tapi tidak tahu yang mana orangnya,

Waspada! Uang Rp 50.000 Keluaran Baru Palsu Beredar di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HADI SUDIRMANSYAH
Budi saat menunjukkan uang pecahan Rp 50.000 terbaru palsu, Rabu (21/6/2017) 

Lapotan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga jalan Ampera Pontianak Kota ini kaget uang rupiah pecahan Rp 50.000 terbaru palsu beredar di Pontianak.

Dengan beredarnya uang palsu di jelang perayaan hari raya Idul Fitri ini, ia pun merasa resah beredarnya uang palsu tersebut. Dia berharap aparat terkait dapat mengungkapnya.

"Saya dapat dari orang yang datang ketempat saya untuk bayar tagihan rekening, tapi tidak tahu yang mana orangnya,"ujar Budi pemilik layanan PBOB ini,  Rabu (21/6).

Uang Palsu pecahan Rp 50 ribu keluaran terbaru
Uang Palsu pecahan Rp 50 ribu keluaran terbaru

‎Ia menceritakan awalnya dirinya tak menyangka mendapatkan uang palsu tersebut, karena ia pun merasa tak curiga dengan uang-uang yang ia terima dari konsumen.

"Kita tidak curiga dengan uang pecahan Rp 50.000, karena masih baru sekali, tapi saat saya akan setor ke bank, ternyata dari sekian banyak lembar uang baru yang di setor ada 1 lembar‎ palsu," katanya seraya menunjukan uang palsu.

Dirinya baru mengetahui uangnya ini palsu saat akan melakukan penyetoran di bank, dan petugas bank tersebut memberitahukan kalau uang pecahan Rp 50.000 keluaran terbaru itu palsu.

"Kata petugas bank, pihak bank sudah mendapatkan uang palsu serupa dengan kode yang sama sebanyak 7 lembar, yakni JAT932355,"katanya.

Ia menuturkan bila di perhatikan secara se‎ksama dan teliti uang palsu memiliki kertas agak kasar dan warna lebih pudar, akan tetapi bila di lihat sekilas memiliki kemiripan dengan asli.

"Saya di sarankan oleh pihak bank untuk membeli lampu ultravi0olet, agar memudahkan untuk pengecekan uang‎, itu lah dari dulu tak mau membeli, sekarang sudah jadi korban baru mau beli, padahal harganya cuma puluhan ribu rupiah saja,"ujarnya kesal.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved