Lima Tahap Pengawasan Pangan

Petugas menemukan makanan ringan, minuman bermerk karbonasi kedaluarsa serta beberapa barang lainnya mengandung zat berbahaya.

Lima Tahap Pengawasan Pangan
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Beri Hamdani, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kubu Raya, Norasari Arani memipin sidak pada barang makanan dan minuman menjelang Idul Fitri 2017, di Pasar Rasau Jaya, Selasa (20/6) . Sidak melibatkan tim gabungan dari instansi Pemkab Kubu Raya dan Balai POM Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Seksi Pemeriksaan Balai POM Kalbar Berthin Hendri Dunard mengatakan pengawasan bahan makanan dan minuman menjelang hari-hari besar ini rutin dilaksanakan pada 14 Kabupaten Kota di Kalbar.

Termasuk dalam kegiatan sidak bahan makanan dan minuman di Pasar Rasau Jaya.

"Dalam melaksanakan pengawasan makanan dan minuman, saat ini sudah sampai pada 5 tahapan. Dimana secara bertahap kita laksanakan menjelang hari Raya Idul Fitri," ujarnya, Selasa (20/6/2017) dalam melaksanakan sidak gabungan bersama jajaran Pemkab Kubu Raya.

Petugas menemukan makanan ringan, minuman bermerk karbonasi kedaluarsa serta beberapa barang lainnya mengandung zat berbahaya.

Baca: Wakil Bupati Kubu Raya Tegaskan Pedagang Nakal akan Dicabut Izin Usahanya

Baca: Lakukan Sidak Rutin Setiap Tiga Bulan

Baca: Sidak di Toko-toko Pasar Rasau Jaya, Ditemukan Sejumlah Barang Mengandung Bahan Berbahaya

"Sesuai tindak lanjut, jika kita menemukan dilapangan maka membuat berita acara oleh pemiliknya untuk dimusnahkan," imbuhnya.

Adapaun pengawasan dari balai POM ini sudah rutin dilaksanakan.

Memasuki tahapan ke 5 dalam dari 7 tahapan yang akan berakhir di awal bulan juli.

Hasilnya, paling banyak temuan itu dari barang minuman yang sudah kedaluarsa.

Serta beberapa barang tak memiliki ijin edar termasuk dari luar negeri sendiri seperti produk coklat.

"Semua, kemungkinan besarnya memang keteledoran dari pemilik. Biasanya barang ini sudah dikemas, tapi ada yang menaikkannya lagi dietalase sehingga baru ketahuan saat pelaksanaan sidak dari pemerintah dan BPOM," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved