Bupati Atbah Pantau Langsung Arus Mudik TKI di PLBN Aruk

Belanjakan uang kepada hal yang bermanfaat, halal, jangan difoya foyakan kepada yang tidak baik,

Bupati Atbah Pantau Langsung Arus Mudik TKI di PLBN Aruk
ISTIMEWA
Bupati Atbah dan rombongan saat meninjau langsung arus mudik TKI di PLBN Aruk, Selasa (20/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili memantau langsung suasana perlintasan pada PLBN Aruk jelang lebaran, sebelum puncak mudik.

"Alhamdulillah, kita lihat sangat ramai TKI yang memanfaatkan PLBN Aruk tersebut sebagai sarana jalur pulang kampung atau mudik, dari pagi tadi sampai sekitar dua jam disana terdapat 5.00 lebih TKI yang sebagian besar adalah warga kita melintas untuk pulang ke kampung halaman masing-masing," ujarnya, Selasa (20/6/2017)

Selain itu kata Bupati, sarana transportasi juga didapati sangat banyak untuk dipergunakan oleh para TKI tersebut guna melanjutkan perjalanan pulang ke kampungnya masing-masing.

"Banyak taksi dan bus transportasi berjejer disana, taksi-taksi tersebut kemungkinan adalah kendaraan carteran yang sebelumnya telah disewa oleh pihak keluarga di Sambas untuk menjemput para TKI,"kata dia.

Kabar baiknya, akses lintas kendaraan atau Rotek yang selama ini menjadi kendala, dikatakan Bupati akan segera dibuka usai Idul Fitri.

"Alhamdulillah, rotek sudah selesai dan bisa PLBN aruk InsyaAllah akan bisa dilalui kendaraan dalam beberapa waktu kedepan, sekarang kita diminta oleh pemerintah pusat untuk mengajukan empat nama dari Dinas Perhubungan yang nantinya akan mendapatkan pelatihan sebelum ditempatkan di PLBN Aruk,"ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan rasa harunya tatkala melihat rakyat daerah yang dia pimpin berduyun pulang seusai mencari rezeki di negara jiran Malaysia.

"Saya terharu melihat rakyat kita masyarakat sambas yang pulang dari Malaysia, mereka membawa barang barang bawaan dengan kardus bekas dan lain lain, mereka ada yang berjalan kaki dari Pos Malaysia ke Pos Indonesia, ada juga yang menggunakan jasa ojek motor, jaraknya sekitar 1 kilometer,"tutur Atbah.

Pada kesempatan ini, Atbah menghimbau agar para pahlawan devisa ini bijak dalam membelanjakan uang hasil jerih payah mereka.

"Belanjakan uang kepada hal yang bermanfaat, halal, jangan difoya foyakan kepada yang tidak baik, supaya uang hasil jerih payah selama di perantauan tersebut efektif dan berguna,"pungkasnya.

Penulis: Raymond Karsuwadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved