Keluar dari Gedung KPK, Tiga dari Empat Tersangka Dugaan Kasus Suap Bungkam

Purnomo yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditempatkan di Rutan Klas I Jakarta Timur CabangK PK Pomdan Jaya Guntur

Keluar dari Gedung KPK, Tiga dari Empat Tersangka Dugaan Kasus Suap Bungkam
(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Faruq keluar dari KPK. Sabtu (17/6/2017) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Keluar dari gedung KPK, Sabtu (17/6/2017)  tiga dari empat tersangka kasus dugaan suap DPRD Kota Mojokerto (OTT) bungkam.

Mereka adalah, Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo keluar sekitar pukul 22.47 WIB, beberapa menit kemudian disusul Wakil Ketua DPRD Kota MojokertoUmar Faruq. 

Umar yang keluar pukul 23.25 WIB menggelengkan kepala dan mengangkat tangan tanda menolak menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah Umar, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani (PKB) keluar Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 00.09 WIB.

Abdullah yang memakai kacamata menutupi wajahnya dengan tangan. Ia juga bungkam sambil berjalan masuk ke mobil tahanan.

Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani keluar KPK. Minggu (18/6/2017)
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani keluar KPK. Minggu (18/6/2017) 

Tersangka terakhir yang keluar yakni Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto Wiwiet Febryanto. Dia keluar sekitar 15 menit setelah Umar. 

Pria yang diduga merupakan pemberi suap ke tiga Pimpinan DPRD Kota Mojokerto itu juga enggan bicara.

Ia hanya tersenyum sambil berjalan masuk ke mobil tahanan.

Diberitakan sebelumnya, KPK menahan empat tersangka dugaan suap di DPRD Kota Mojekerto. Keempat tersangka ditempatkan di rumah tahanan berbeda.

Purnomo yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditempatkan di Rutan Klas I Jakarta Timur CabangK PK Pomdan Jaya Guntur.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved