Dugaan Penipuan

Terungkap Aliran Dana Investor ke Pejabat Kubu Raya lainnya

Selain Pejabat KZ dan hadirnya BT , namun Keduanya dalam keterangan di persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sutarmo....

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
IY (rompi merah) pejabat Pemkab Kubu Raya bersama pengacaranya menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri kelas I A Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (15/6/2017) siang. IY diduga kuat menggelapkan uang investor dengan menawarkan lahan di wilayah Kab Kubu Raya sebesar Rp 3,8miliar. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam perkembangan persidangan kasus dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana Investasi sebesar Rp 3,8 miliar oleh Pejabat Pemkab Kubu Raya IY yang terungkap aliran dana tersebut diterima oleh mantan pejabat Kubu Raya serta rekanan terdakwa lainnya.

Mantan Pejabat Kubu Raya itu yakni KZ pun dianggap mengetahui dan dipanggil sebagai saksi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pontianak pada Kamis (15/6/2017) yang beragenda mendengarkan keterangan saksi.

Selain Pejabat KZ dan hadirnya BT , namun Keduanya dalam keterangan di persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sutarmo ini dianggap berbelit-belit dan bertolak belakang dengan keterangan saksi sebelumnya dari perkebunan dan kehutanan.

SB Aritonang Penasehat Hukum Investor Johan S Tandanu memberikan pernyataan keterangan yang dianggap berbelit-belit dan bertolak belakang dengan keterangan saksi sebelumnya yakni dari Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kubu Raya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sinar Bintang Aritonang selaku penasehat hukum Johan S. Tandanu.

Menurutnya sejumlah saksi yang dihadirkan terutama untuk sidang kalinya dalam pemeriksaan saksi BT dan KZ terdapat fakta baru yakni bahwa saksi KZ menyatakan bahwa izin lokasi PT KAUM dirinya lah yang mendatanganinya , di mana saat itu dirinya menjabat sebagai PJS Bupati KKR sampai dengan 2009 akhir.

Namun anehnya, disisi lain KMZ sering menyatakan tidak tahu.

“Bahkan anehnya lagi, KZ menyatakan bahwa lahan itu (KAUM) masih ada lahan APL. Sedangkan yang menguasai mengenai tentang lahan, yaitu dari perkebunan dan kehutanan jelas memberikan kesaksian pada sidang sebelumnya, bahwa di sana sudah tidak ada lagi izin APL, hal ini dikarenakan, izin lokasi PT PT KAUM sendiri sudah ada dua terbit izin baru PT 4000 hektar dan itu PUN sudah tumbang tindih dengan koperasi KSU,” jelas Penasehat Hukum Johan S. Tandanu ketika ditemui sejumlah wartawan.

Lanjutnya, sehingga dirinya menduga, keterangan KZ, berbelit-belit dan diduga sudah saling mengenal dengan terdakwa.

BACA SELENGKAPNYA DI EDISI CETAK TRIBUNPONTIANAK EDISI BESOK, JUMAT (16/6/2017). 

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved