Safari Ramadan ke Sekadau, Cornelis Intruksikan Tangkap Spekulan

Jadi tidak boleh itu menumpuk-numpuk barang untuk berspekulasi. Jangan menekan-nekan orang spekulasi pada sitausi seperti sekarang ini

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIVALDI ADE MUSLIADI
Pasar murah hari kedua yang digelar oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, bekerjasama dengan Bulog kabupaten Sanggau, di kawasan pasar baru Jl. Panglima Naga, Rabu (14/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID SEKADAU  - Terkait  harga barang menjelang hari raya Idul Fitri, Gubernur Kalbar, Cornelis mengaskan jangan sampai ada spekulan yang berani menumpuk barang.

“Jadi jangan coba-coba berani menumpuk barang, kita tangkap nanti. Jangan numpuk barang untuk bersepkulasi termasuk bawang putih,” tegas Cornelis, saat safari Ramadan di Sekadau Selasa (13/6/2017).

Ia juga mengatakan, bahwa sudah membentuk tim satgas yang bergerak mengawasi harga barang. Selain itu, pemerintah provinasi, kata dia, juga akan menggelar pasar murah menjelang Idul Fitri.

“Jadi tidak boleh itu menumpuk-numpuk barang untuk berspekulasi. Jangan menekan-nekan orang spekulasi pada sitausi seperti sekarang ini. Mengambil keuntungan yang sebsar-besarnya yang mengorbankan rakyat kecil,” tukasnya.

Baca: Diimingi Imbalan, ML Setubuhi Adik Iparnya Dirumah Mertua Sendiri

Wakil Bupati Sekadau Aloysius mengatakan, pemkab juga sudah melakukan upaya untuk terus memantau harga barang di bulan ramadan, dan juga menjelang hari raya Idul Fitri. Pemkab Sekadau juga memastikan stok menjelang Idul Fitri nanti mencukupi.

 “Beberapa waktu lalu kita juga sudah lakukan sidak, ini untuk memantau harga barang dan juga memastikan stok barang terrsedia hingga hari raya Idul Fitri. Sehingga tidak ada penjual yang menjual dengan harga yang terlalu tinggi,” ujarnya.

Untuk itu ia menegaskan, bila ada spekulan yang menimbun barang tentunya akan ada tindakan hukumnya. Ia juga telah mengimbau kepada para pemilik gudang besar agar mereka tidak menimbun barang.

“Kita menghindari kalau H-7 ada kelangkaan barang dan kenaikan harga. Dan jika ada spekulan dan ranahnya ke pidana. Tim lengkap, ada juga dari kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Sekadau juga telah menggelar pasar murah selama dua hari. Pasar murah rutin digelar setiap tahunnya, dengan bekerjasama dengan beberapa pihak lainnya.

Untuk itu, Aloy berharap tidak terjadinya penimbunan barang saat ramadan dan menjelang labaran. “Nanti rencananya akan ada sidak lagi, ini yang pertama. Selain itu nanti akan ada bazar juga,” tuturnya.

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Sekadau, bekerjasama dengan Bulog Sanggau menggelar operasi pasar kedua. Adapun, kata dia, yang dijual dipasar murah tersebut mulai dari beras, bawang putih hingga gula pasir.

“Harga yang dijual di pasar murah dibawah harga pasaran atau sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujar Kepala Bulog Sanggau Fitri Aurita, Rabu (14/6).

Fitri juga mengatakan, selain melaksanakan bazar pihaknya juga masuk dalam tim pemantauan dan pengendalian inflasi daerah (TPID) Kabupaten Sanggau–Sekadau.

“Ini untuk melakukan monitoring ketersediaan dan harga sembako di daerah,” pungkasnya.

Harga sembako yang di sediakan seperti, beras 2 Ton, dan per kilo Rp. 95 Ribu, bawang putih 400 Kg, dan per kilonya Rp. 30 Ribu, dan gula 1.5 Ton dijual perkilonya Rp. 12 Ribu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved