Hernovianti: Jembatan Stimulasi Polisentrisasi Pertumbuhan Pusat Kota

jangan sampai memadatkan semua pergerakan, semua aktivitas manusia bergerak hanya di kawasan center-nya saja

Tayang:
Penulis: Ishak | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Arus lalu lintas yang naik dan turun di Jembatan Landak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalbar, Minggu (12/3/2017) siang. Wali Kota Pontianak dalam akun media sosial resminya menyebutkan Jembatan Landak sudah ditender dan positif akan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Selain tender pembangunan Jembatan Landak yang rencananya akan dibangun di dekat jembatan yang lama, Waterfront segment Senghie ke arah Jembatan Kapuas 1 juga sdh ditender sebesar Rp 51miliar.  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akademisi Penataan Wilayah Perkotaan Untan, Firsta Rekayasa Hernovianti mengatakan, pembangunan wilayah perkotaan  idealnya menganut prinsip polisentris. "Yakni pembangunan yang membuat satu kota terdiri dari banyak pusat kota," terang Firsta Rekayasa Hernovianti, Kamis (8/6/2017).

Jadi, lanjut dia  bukan hanya monosentris. Di mana semua aktivitas utama di satu kawasan perkotaan larinya ke pusat kota saja.

Idealnya, kalau bisa di setiap titik sebaran kota, ada pusat-pusat pendukung yang lain. Walaupun untuk beberapa urusan, pusat utamanya tetap ada di satu kawasan khusus.

"jangan sampai memadatkan semua pergerakan, semua aktivitas manusia bergerak hanya di kawasan center-nya saja. Bagian peri-perinya, bagian interland juga tetap harus ada perkembangan," tambahnya.

Dalam konteks ini, kehadiran Jembatan Landak II terbilang cukup penting. Terutama dalam menstimulasi polisentrisasi pusat-pusat kota ini.

"Jika jembatan Landak II sudah ada, pasti akan lebih banyak pergerakan orang dan barang. Dengan demikian, antar wilayah di dalam kota pasti akan lebih aksesibel lagi, keterjangkauannya lebih baik," imbuhnya.

Setidaknya, Pontianak bagian utara, lebih mudah aksesnya ke Pontianak kota dan sebaliknya. Sehingga jika sudah ada pergerakan lebih mudah, pusat-pusat pertumbuhan juga akan bisa lebih menyebar.

Seperti yang kita ketahui jembatan sebagai akses utama kita saat ini hanya ada jembatan Kapuas I dan Landak. Dan itu juga sudah sangat crowded.

"Momen ini terlihat jelas pada waktu-waktu tertentu, seperti jam sibuk pagi hari dan jam pulang kerja pada sore hari. Di mana intensitas kendaraan sudah begitu padat penuh sesak di dua jembatan tersebut," terangnya.

Karenanya keberadaan jembatan baru sangat penting, sebab jembatan lebih membuka aksesibilitas kawasan. Semakin banyak pergerakan orang maupun barang, satu kota akan semakin berkembang.

Aktivitas Ekonomi juga akan semakin kompleks. Lebih maju lagi, sehingga ada pertumbuhan pusat-pusat baru yang tidak terpusat pada satu wilayah saja.

Selain jembatan, yang harus juga difikirkan adalag untuk angkutan massal. Ini juga bisa jadi solusi tepat mempermudah pergerakan di dalam kota.

"Ini penting, karena yang namanya kota itu, sudah seharusnya bisa memberikan suasana nyaman kepada penduduknya. Sehingga kota itu bisa lebih layak huni, smart, namun tetap ramah lingkungan," jelasnya.

Sebenarnya kota Pontianak sudah menganut konsep Smart City, Green City dan cukup baik mempraktikkannya. Terlihat dari banyaknya taman-taman dan fasilitas area terbuka publik yang sudah cukup banyak tersedia dan terbangun.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved