Sebulan Mahasiswi Widya Dharma Jadi Relawan Panti Asuhan
Selain belajar, anak-anak panti juga diajak untuk bermain games dengan membagi dalam beberapa kelompok agar mereka dapat saling bekerja sama.
Penulis: Steven Greatness | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bersama Kita Bisa dari ASM Widya Dharma (WD) menggelar acara bakti sosial di Panti Asuhan Bunda Pengharapan selama satu bulan penuh, yaitu 30 April hingga 1 Juni 2017.
BERSAMA Kita Bisa merupakan sebutan untuk kelompok yang terdiri dari Angelita, Fanny Natasya, Fieyani Salim, Jessica Dapong, Ling Ling, Stevani, Vania, Velen, Vina, dan Wivella.
Sebulan, mereka menjadi relawan dengan memberikan berbagai ilmu pengetahuan seperti belajar Bahasa Inggris, cara membaca Bahasa Mandarin yang tepat dan mengaplikasikannya ke dalam lagu rohani Bahasa Mandarin, serta kerajinan tangan membuat lilin.
Selain belajar, anak-anak panti juga diajak untuk bermain games dengan membagi dalam beberapa kelompok agar mereka dapat saling bekerja sama.
Sementara tepat 1 Juni 2017, Bersama Kita Bisa melakukan kegiatan puncaknya di Resto Crepe Signature & D'Penyetz yang dihadiri Direktur ASM Widya Dharma, Lie Heng bersama guru pembimbing, Cecilia Dewi.
Baca: Berbagi dalam Keterbatasan Bersama Akademi Sekretari dan Manajemen Widya Dharma
Direktur ASM Widya Dharma, Lie Heng, mengapresiasi mahasiswanya yang dinilai telah melakukan kegiatan baik dan positif untuk perkembangan mahasiswa kedepannya. Karena nitu, ia menyatakan mahasiswa akan mengalami bagaimana sih sentuhan jiwa sosial itu.
"Nah, ini yang berusaha kita gali, artinya mahasiswa jangan hanya sisi intelektualnya saja tapi sisi emosionalnya juga harus kita libatkan. Nah melalui kegiatan ini, sense-nya itu coba kita aktifkan kembali," ujarnya.
Guru Pembimbing Bersama Kita Bisa, Cecilia Dewi, mengatakan, semuanya turut berbahagia apalagi sebulan kegiatan Bersama Kita Bisa di panti asuhan dapat berjalan dengan lancar.
"Semuanya happy, saya happy, yang ngadain happy, anak-anak happy, makanannya enak, tempatnya oke. Jadi dari aurofence nilainya sepuluh karena anak-anak merasa happy, mereka juga gak pernah diajak keluar, dan kali ini Akademi Sekretari dan Manajemen Widya Dharma mengajak anak-anak tersebut ke sini (Crepe), ya bisa dibayangkan betapa bahagianya mereka hari ini," tutur Cecilia.
Ketua Panitia, Ling Ling, mengatakan, manfaat dari kegiatan tersebut, kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada adik-adik panti, bermain bersama, dan tentunya memberikan pengalaman tersendiri juga bagi kami (BKB) bagaimana cara mengajari mereka dari yang belum bisa sampai bisa.
"Jelas ini tidaklah mudah. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi," tutur Ling Ling didampingi wakilnya, Angelita.
Ling Ling mengungkapkan, bahwa panti Bunda Pengharapan berdiri pada 1997 di mana awalnya diperuntukkan bagi anak-anak yang orangtuanya bekerja sebagai buruh dan dikenakan biaya setiap bulannya. Tapi selama 2 tahun pertama berjalan para orangtua mulai tidak membayar biaya per bulannya dan bahkan tidak membawa pulang anak yang telah dititipkan.
Hingga pada tahun 2000 Bunda Pengharapan menjadi sebuah panti asuhan dan mulai mendapat donasi dari donatur dan berdiri sampai saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/asm-widya-dharma_20170603_210809.jpg)