Karier Anda Sulit Berkembang di Pekerjaan? Ini Cara Mengatasinya

Terlepas dari apakah Anda mampu atau tidak, tapi yang utama ketidakmampuan tersebut sudah ter "label” dalam pikiran atau perasaan Anda sendiri.

Penulis: Listya Sekar Siwi | Editor: Rizky Zulham
ILUSTRASI 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saya seorang karyawan di salah satu BUMN. Saya rasa saya sulit sekali berkembang, Setiap ada kesempatan untuk lebih berkembang selalu saja ada perasaan takut dan ragu untuk menjalaninya. Hal itu sangat mempengaruhi saya dan akhirnya tidak jarang saya gagal untuk mencapai tingkat hasil optimal dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang diberikan atasan saya. Tidak jarang juga saya mendapat teguran dari atasan. Mohon advis Pak. Terima kasih.
(Suhendro, 35 tahun, Pontianak)

Salam optimis buat Sdr. Suhendro
Apa yang Anda alami memang sering terjadi dalam dunia kerja. Ada hal yang menarik dari ungkapan Anda yang menyatakan “saya rasa saya sulit sekali berkembang..., dst” Di sinilah kuncinya.

Terlepas dari apakah Anda mampu atau tidak, tapi yang utama ketidakmampuan tersebut sudah ter "label” dalam pikiran atau perasaan Anda sendiri.

Tanpa disadari Anda telah memberikan predikat pada diri sendiri bahwa “saya” sulit berkembang, ada perasaan takut dan ragu.

Baca: Cara Jitu Meredam Emosi yang Berlebihan

Kegagalan seseorang sering terjadi karena adanya hambatan pada diri sendiri. Hambatan tersebut tertanam sangat kuat sehingga terpola (terkonsep), menjadi self concept.Disertai dengan keyakinan pada diri bisa menetap menjadi mindset (pola pikir).

Selanjutnya akan menjadi self image/citra iri Akhirnya perilaku yang menculpun (body language/behavior) sesuai denganmindset itu.

Jika mindset nya adalah ketidakmampuan maka perilaku yang muncul adalah perilaku tidak mampu.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah merubah hambatan yang ada dalam diri, lakukan niat yang kuat (bisa dengan komunikasi intra personal = berbicara pada diri sendiri atau self talk). Katakan bahwa “saya mampu” .

Lakukan koreksi diri atau evaluasi diri untuk melihat apa kelemahan Anda. Buat rencana untuk mengubahnya menjadi kekuatan, Anda harus mampu keluar (out of the box) .

Perlu juga dilakukan untuk menerima umpan balik (feed back) dari orang lain tentang diri Anda. Selama umpan baliknya konstruktif dapat dijadikan modal perbaikan diri Anda.

Kesimpulannya adalah bahwa Anda harus memilki pikiran dan perasaan positif, serta yakin bahwa Anda mampu dan memiliki potensi untuk melakukan sesuatu dengan baik.. Anda akan bisa bila Anda pikir Anda bisa. Semoga Tuhan selalu menyertai niat baik Anda.

Sumber: dr Chairul Fuad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved