Dewan: Jangan Sampai Flakka Masuk di Indonesia, Libatkan Masyarakat Berantas Narkoba!

Ia menegaskan mengenai narkoba jenis baru yang sedang mewabah tersebut, jangan sampai masuk di Indonesia, maka pemerintah harus melakukan tindakan....

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beredarnya Flakka jenis narkotika baru, yang sedang mewabah di luar negeri, juga mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin.

Satarudin, mengatakan kalau tentu semuanya telah sepakat kalau narkoba adalah musuh bersama, selain itu tentu merupakan tugas semuanya dalam mencegahnya masuk.

"Kita semuakan sudah sepakat kalau narkoba ini adalah musuh bersama, mau apapun jenis dan namanya kalau sudah narkoba dan narkotika maka itu adalah musuh kita, maka kita semua wajib mencegahnya dan memberantasnya," ucapnya saat dihubungi, Jumat, (2/6/2017).

Ia menegaskan mengenai narkoba jenis baru yang sedang mewabah tersebut, jangan sampai masuk di Indonesia, maka pemerintah harus melakukan tindakan untuk mencegahnya.

Baca: Pertamina Gelar Kompetisi Selama Ramadan, Banyak Hadiahnya Loh, Yuk Ikutan!

Baca: Masih Ingat Sumanto? Puasanya Suka Kumat-kumatan, Kelakuannya Juga Bikin Geregetan

Baca: Jangan Langsung Merokok Saat Buka Puasa! Bahayanya Seperti ini

Baca: Amien Rais Ancam Laporkan Dugaan Korupsi 2 Tokoh Penting Negeri Ini, Siapa Dia?

Selain itu ia mengingatkan tidak hanya Flakka, yabg harus menjadi perhatian narkoba lainnya juga harus disikapi dengan serius, apalagi di Kalbar yabg langsung memiliki perbatasan yang panjang dengan negara luar maka antisipasi harus lebih ditingkatkan lagi.

Ia mengatakan kalau tahun lalu saja Polda dan Polresta Pontianak telah berhasil mengamankan puluhan kilogram sabu dan narkoba lainya, maka itu harus menjadi pembelajaran kalau Kalbar adalah pasar empuk yang dituju para pemain barang haram untuk masuk di Indonesia.

Satar, mengatakan dalam pemberantasan sudah tentu aparat harus melibatkan masyarakat, terutama tokoh-tokoh masyarakat yang ada.

Sehingga mempersempit ruang gerak para pemainnya.

"Apapun namanya kalau sudah narkoba maka itu musuh kita, jadi harus bersama-sama kita berantas. Kita tidak mau generasi kita rusak karena barang itu," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved