Dongkrak Harga Karet, Milton Crosby: Perlu Pabrik

Alangkah baiknya jika dinaikan nilai tambahnya. Perlu ada pabrik karet yang mengolah bahan baku karet menjadi barang jadi.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Masyarakat Sintang menoreh getah di kebun karet miliknya, Kamis (1/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Ketua Dewan Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Barat  (Kalbar) Milton Crosby memandang perlu adanya investor yang menanamkan modal untuk industri karet di Kabupaten Sintang.

“Selama ini karet dijual dalam bentuk mentah. Alangkah baiknya jika dinaikan nilai tambahnya. Perlu ada pabrik karet yang mengolah bahan baku karet menjadi barang jadi,” ungkapnya, Kamis (1/6/2017).

Baca: Petani di Sintang Pasrah Harga Karet Merosot

Keberadaan pabrik karet juga diharapkan buka lapangan pekerjaan, selain menampung hasil sadapan karet petani dengan harga layak. Jika ada pabrik karet, Bupati Sintang Periode 2005-2015 ini yakin dapat dongkrak dan stabilkan harga karet.

“Petani karet Kalbar mampu menghasilkan bahan baku karet cukup banyak. Pemerintah punya peran penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Perlu ada solusi bersama. Sejauh ini anjloknya harga karet memang disebabkan kelesuan ekonomi dunia,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved