Pesona Monumen Lima Makam Tua di Sintang

Empat pilar berpenopang tiang abu-abu pipih melintang di atas bangunan berbentuk segi lima yang dikelilingi ukiran khas Dayak bercat emas.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Monumen lima spot makam tua di Desa Kunyai, Kecamatan Sungai Tebelian, tepatnya belakang Komplek Pekuburan Warga Tionghoa. Sebelum direlokasi, makam-makam ini berada pada lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan landasan pacu Bandara Tebelian. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Monumen pemakaman tua itu berdiri kokoh. Jauh dari kesan angker, warna-warni sisi bangunan membuat mata terpesona.

Empat pilar berpenopang tiang abu-abu pipih melintang di atas bangunan berbentuk segi lima yang dikelilingi ukiran khas Dayak bercat emas.

Tiang pipih juga tak kalah unik. Terpatri ornamen ukiran khas Dayak berbentuk perisai warna kombinasi emas dan hijau muda.

Di tengah-tengah bangunan segi lima, terpancang tugu dengan puncaknya segitiga berwarna emas bak Tugu Monas di Jakarta. Nama-nama komplek pemakaman tua tertera pada lima sisi monumen segi lima ini.

Sesuai nama aslinya, nama-nama itu diantaranya Makam Tembawang Sungai Ukoi, Makam Tembawang Ketumbang, Makam Tembawang Sepan, Makam Tembawang Peserak Biak dan Makam Tembawang Peserak Tuai.

Baca: Satpol PP Sintang Awasi Titik Kumpul Anak-Anak Muda

Di dinding pagar pemakaman berbentuk setengah lingkaran terpampang relief kehidupan masyarakat terdahulu yang menggantungkan hidup dari berburu hewan

Monumen pemakaman tua ini merupakan bangunan baru tempat relokasi lima komplek pemakaman tua yang sebelumnya berada di lahan Bandara Tebelian. Letaknya di Desa Kunyai, Kecamatan Sungai Tebelian, tepatnya belakang Komplek Pekuburan Warga Tionghoa.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sintang menerangkan relokasi makam merupakan bukti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang menjunjung tinggi dan menghargai kearifan lokal masyarakat sekitar.

“Ini bukti komitmen Pemkab Sintang terhadap kearifan lokal. Sekarang 91 makam tua sudah berada dalam satu kesatuan di kompleks monumen ini,” ungkapnya, Rabu (31/5/2017).

Tempatnya yang begitu indah dipandang Biong punya daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata budaya Kabupaten Sintang.

“Sekarang sudah tidak ada lagi masalah dan tinggal diserahkan ke ahli waris. Tugu ini lambang lima spot makam yang dipindahkan dari lintasan bandara. Karena sebelumnya makam masuk kawasan yang harus dibebaskan,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved