Sistem Tata Niaga Buruk, Harga Bawang Putih Melejit Diatas Rp 100 di Kalbar

Namun saat ini ia mengatatakan dengan adanya peraturan kementerian maka ketersedian sudah mencukupi dan masyarakat diminta tidak cemas dan panik.

INTISARIONLINE

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Staf Ahli Kementerian Perdagangan, Dody Edward, mengatakan kelangkaan bawang putih akhir-akhir ini dikarekan dinegara tempat importir tidak ada musim dan masih belum diaturnya sistem tata niaga pemerintahan yang tidak mempunyai data secara komprehensif.

Namun saat ini ia mengatatakan dengan adanya peraturan kementerian maka ketersedian sudah mencukupi dan masyarakat diminta tidak cemas dan panik.

"Ketersedian bawang di Indonesia saat ini sudah terjamin, masyarkat tidak perlu khawatir lagi. Orang yang coba coba melakukan penimbunan maka pemerintah tidak tinggal diam karena sudah ada satgas pangan," tegasnya, Selasa (3p/5/2017).

Dengan adanya aturan yang baru saat ini dimana para pemilik gudang diwajibkan melaporkan stok mereka, sehingga pemerintah bisa mengetahui ketersedian pangan.

Baca: Wakil Gubernur Pastikan Stok Sembako Kalbar Aman

"Itu dilakukan secara online. Jika devisit maka bisa disuplai oleh pemerintah. Kemaren memang belum ada musimnya, tata niaga juga belum diatur, jadi dengan diatur ini para importir bisa mengimpornya," ucap Dody.

Importir dijelaskannya ada importir umum dan importir produsen.

Setiap yang mau mengimpor harus ada ijin dari kementerian pertanian.

Dalam operasi pasar di Kalbar kali ini, Pontianak khususnya, ia sebut merupakan kerjasama antar menteri perdaganan, menteri pertanian dan pemerintah provinsi serta komitmen dunia usaha.

Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved