Start Up Myagro Gabungkan Teknologi Pertanian dan Teknologi Digital

Hingga ia meluncurkan Myargo yang merupakan solusi bagi problem pangan di Indonesia bahkan dunia.

Start Up Myagro Gabungkan Teknologi Pertanian dan Teknologi Digital
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Myagro menyabet juara II dalam ajang Start Up Insight yang digelar di Singapura pada Sabtu (27/5/2017). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indonesia memiliki problem yang sangat besar terkait masalah pangan. Meski memiliki lahan pertanian luas tetapi Indonesia masih impor beberapa komoditas salah satunya jagung. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi Founder Myagro Uray Tiar Fahrozi. Hingga ia meluncurkan Myargo yang merupakan solusi bagi problem pangan di Indonesia bahkan dunia.

"Dari kegelisahan itu makanya Januari saya membuat Myagro untuk memberikan solusi bagi problem tersebut. 2050 penduduk dunia tembus di 9,7 miliar orang dan itu semua butuh makanan. Indonesia punya potensi itu, untuk menjadi produsen pangan dunia. Myagro menawarkan platform kepada investor yang mereka bisa melihat sendiri lahannya," ujar Uray pada Minggu (28/5/2017).

Konsep Myagro sendiri kata Uray akan menguntungkan berbagai pihak. Karena Myagro hadir dengan menjadi wadah bagi investor, pemberdayaan petani, dan konsumen. Apalagi ia melihat pemberdayaan masyarakat juga rendah. Ia optimis dengan swadaya permasalahan pangan dapat terpecahkan.

Beberapa bulan diluncurkan konsep yang Uray tawarkan cukup menarik investor. Hingga saat ini ia mencatat sudah ada sekitar 10 investor yang memanamkan modalnya. "Myagro akan menjadi solusi bagi semua. Saat ini sudah running dan mendapatkan profit. Selama berjalan sudah ada 10 investor dan sudah 2 hektar yang dikerjakan," ujar Uray.

Myagro dengan konsep yang ditawarkan menyabet juara II dalam ajang Start Up Insight yang digelar di Singapura pada Sabtu (27/5/2017). Pengakuan Uray investor saat ini masih dari Indonesia. Tetapi dari Ajang Start Up Insight ada beberapa investor dari luar negeri juga tertarik investasi. Seperti dari Korea, Singapura, dan Indonesia juga ada.
Saat ini yang sudah berinvestasi dari Pontianak, Samarinda, dan Solo tapi paling banyak dari Pontianak," jelas Uray.

Tak banyak tantangan bagi Uray pria kelahiran Pontianak yang sudah berbisnis sejak 2010 ini dalam menawarkan konsepnya. Selama ini lantaran belum adanya website ia mengaku menawarkan konsepnya secara konvensional. "Selama ini belum ada kendala meskipun menawarkannya masih konvensional. Namun beberapa investor sudah tertarik untuk berinvestasi dan mendigitalisasikannya," ujarnya.

Kedepannya basisnya kata Uray berupa website. Saat ini ia mengaku sudah proses dan persiapan launching. Prospek bisnis Myagro diakui Uray sangat menjanjikan. Ia pun optimis kedepannya Myagro akan menjadi sebuah perusahaan besar. "Mungkin bulan ini websitenya sudah beres InsyaAllah. Myagro sendiri resmi dirilis 2017 on Januari dan resmi beroperasi Februari 2017. Harapannya kedepan Myagro akan menjadi perusahaan yang bisa menggabungkan antara teknologi pertanian dan teknologi digital," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Galih Nofrio Nanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved