Sehari Bisa Layani 200 Pemohon Paspor di Imigrasi Pontianak

Untuk pembuatan paspor, trafiknya masih seperti biasa. Karena standar kita hanya bisa melayani 150-200 orang pemohon dalam sehari.

Penulis: Nina Soraya | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Suasana pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Klas I Pontianak, Jl Letjen Sutoyo Pontianak, Senin (22/5/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kasi Lalulintas Keimigrasian (Lantaskim) Imigrasi Kelas 1 Pontianak, Drs Soetoyo , mengungkapkan jelang Ramdan untuk trafik pembuatan paspor masih dalam batas wajar.

“Untuk pembuatan paspor, trafiknya masih seperti biasa. Karena standar kita hanya bisa melayani 150-200 orang pemohon dalam sehari,” ungkapnya.

Nah, dari 150-200 pemohon dalam sehari ini keperluan pembuatan paspor beragam. Biasanya menjelang bulan suci Ramadan, maka terjadi peningkatan pemohon paspor agar bisa berangkat Umrah. Terkait ini, lanjut Soetoyo, dari angka 150-200 pemohon pembuatan paspor tersebut, maka ada juga untuk keperluan umrah tadi.

“Tapi tidak juga untuk bisa pergi Umrah, banyak juga yang buat paspor karena mau melanjutkan pendidikan atau untuk kepentingan sekolah, bahkan yang paling banyak untuk keperluan berobat. Kan kita berdekatan dengan Kuching, Malaysia, jadi kebanyakan orang ke sana juga untuk berobat. Ada pula yang bikin guna pergi wisata, nah banyak juga yang melakukan perpanjangan atau masa waktu paspor sudah mati,” katanya.

Baca: Kantor Imigrasi Sekadau Komit Perketat Pengawasan Terhadap Orang Asing

Menurutnya pemohon yang bisa terlayani 150-200 orang, maka angka tersebut sesuai standar dengan kemampuan personil dan mesin yang berada di Kantor Imigrasi Kelas 1 Pontianak.

“Dalam sehari bisa dilayani 150-200 , itu kan kita ukur dari kemampuan personil dan mesin, dan semuanya keperluan bisa kita layani sampai jam 17.00 WIB. Tapi ini pun jika tidak ada kendala menyangkut sistem,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menjelaskan belum perlu membuka tambahan loket.

“Kita sudah ikuti sesuai standar waktu, pembukaan loket dari jam 07.30-10.00 dan itu sudah bisa melayani sampai 150-200 pemohon. Bayangkan kalau kami buka loket banyak-banyak, pemohon ramai sementara kemampuan personil dan mesin tidak sebanding. Masyarakat kecewa. Tentu kami tidak mengingingkan yang seperti ini. Jadi semua pelayanan yang kita lakukan sudah terukur,” sampainya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved