Putus Sekolah, Remaja Mempawah ini Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bekerja Jadi Kuli

Maka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk ayah dan adiknya yang saat ini bersekolah di bangku SMP, ia harus merelakan cita-citanya......

Putus Sekolah, Remaja Mempawah ini Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bekerja Jadi Kuli
TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Sejumlah anak-anak peserta PPA-PKH saat menampilkan hiburan perkusi dihadapan pejabat pemkab Mempawah, Senin (22/4). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Arif Ridwan (17), satu di antara anak program Pengurangan Pekerja Anak dalam mendukung Program keluarga Harapan (PPA-PKH) mengaku terbantu dengan uluran tangan pemkab setelah mengikuti program ini.

Ia mengaku beberapa tahun lalu terpaksa putus sekolah lantaran harus menjadi tulang punggung keluarganya di usia tersebut.

"Saya putus sekolah dulu kelas III SMP, karena menggantikan keluarga saya menjadi tulang punggung,"ujarnya.

Hal ini lantaran ayahnya mengalami musibah hingga tidak bisa melihat kembali.

Baca: Pemkab Mempawah Mengembalikan 90 Pekerja Anak ke Sekolah

Sementara ibunya yang sudah berpisah dengan ayahnya sudah tinggal terpisah.

"Ibu dan bapak sudah pisah," jelasnya. '

Maka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk ayah dan adiknya yang saat ini bersekolah di bangku SMP, ia harus merelakan cita-citanya menyelesaikan bahkan melanjutkan sekolah lantaran tak memiliki biaya.

Ia tak ingin adiknya bernasib sama dengannya hingga ia merelakan bangku sekolahnya.

Lantaran itu, ia harus melakoni pekerjaan apapun yang penting halal.

Halaman
12
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved